PAREPARE, VOICESULSEL — Aksi damai yang digelar Komunitas Masyarakat Peduli Bangsa Kota Parepare nyaris berujung ricuh saat menyampaikan aspirasi di depan kantor DPRD Parepare, Kamis (15/5/2025). Aksi yang membawa 11 tuntutan, termasuk mendesak pengadilan terhadap Presiden Joko Widodo dan pencopotan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ini sempat diwarnai ketegangan antara peserta aksi dan anggota DPRD.
Kericuhan terjadi ketika eks legislator Parepare, Rahman Saleh, yang juga menjadi peserta aksi, terlibat adu mulut dengan Anggota DPRD Parepare dari Fraksi PKS, Sappe. Dalam rekaman video yang beredar luas di media sosial, Rahman terlihat mendekati Sappe sambil berteriak, “Apa kau!” hingga nyaris terjadi kontak fisik.
Beruntung, situasi cepat diredam setelah keduanya dipisahkan oleh beberapa orang yang berada di lokasi. Insiden ini menjadi sorotan warga dan media yang turut meliput aksi tersebut.
Awalnya, aksi berjalan tertib dengan penyampaian 11 tuntutan oleh massa aksi kepada DPRD Parepare. Namun, situasi mulai memanas saat Sappe menyarankan agar peserta aksi turut mengangkat isu lokal, khususnya terkait pergeseran anggaran pemerintah kota, bukan hanya isu nasional.
Pernyataan itu diduga menjadi pemicu ketegangan antara Sappe dan Rahman Saleh. Kendati demikian, suasana kembali mencair setelah keduanya terlihat saling berpelukan sebagai simbol perdamaian.
Dihubungi terpisah, Rahman Saleh menegaskan bahwa aksi yang digelar merupakan bagian dari gerakan nasional yang bertujuan menyuarakan keresahan masyarakat terhadap efek dari 10 tahun pemerintahan Jokowi yang berdampak pada efesiensi anggaran.
“Aksi ini kita sampaikan ke DPRD sebagai bagian suara dari daerah untuk menyelamatkan bangsa, karena kebijakan pemerintah pusat pasti berdampak ke daerah, termasuk soal efisiensi anggaran,” ujarnya.
Namun, menurut Rahman, Sappe justru meminta massa aksi untuk memprotes pemerintah kota. “Pak Sappe bilang efisiensi anggaran itu tidak ada, hanya pergeseran anggaran. Padahal jelas ada Inpres soal efisiensi itu,” tegas Rahman.
Meski sempat diwarnai insiden, aksi berakhir dengan damai setelah tuntutan disampaikan dan diterima oleh DPRD Parepare.(*)