VOICESULSEL — Menteri Pariwisata, Sandiaga Salahuddin Uno menyikapi pelaksanaan Festival Salo Karajae yang berpusat dikawasan Torangeng River Side, Kelurahan Sumpang Minangae, Kecamatan Bacukiki Barat Kota Parepare.
Hal itu disampaikan Sandiaga dalam Weekly Brief with Sandi Uno di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Rabu 28 September, malam tadi
“Pelaksanaan festival di Parepare itu digelar di depan Rumah Sakit, hingga dapat menganggu jalur lalulintas. Ini masukan untuk tim event daerah agar menyikapi kondisi tersebut, apa lagi terdaftar dalam Kharsima Even Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf),” tegasnya.
Dalam Weekly Brief tersebut, Menparekraf berulang kali mengingatkan jika pelaksanaan event kepariwisataan itu agar menanamkan nilai-nilai kearifan lokal. “Jangan terkesan berupaya hanya untuk mengejar pertumbuhan ekonomi, karena sering menimbulkan dampak negatif dan berpotensi menjadikan pariwisata tidak berkelanjutan,” tuturnya.
Seperti diketahui, pelaksanaan event festival salo karajae dilaksanakan menggunakan badan jalan jalur menuju RS Hasri Ainun Habibie. Pada pembukaan kegiatan tersebut mendapat sorotan dari tokoh masyarakat kota Parepare sekaligus mantan anggota DPRD kota Parepare, H. Rahman Saleh.
Rahman Saleh menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan itu dapat menghambat jalur evakuasi pasien dari rumah sakit yang aksesnya hampir ditutupi oleh ramainya kegiatan. Ia meminta pemerintah kota Parepare untuk mengevaluasi lokasi pelaksanaan kegiatan agar tidak merugikan kepentingan masyarakat lainnya.(*)