MAKASSAR — Sebanyak 40 wirausaha pemula dan pelaku usaha mikro asal Kabupaten Luwu Timur mengikuti Pelatihan Kewirausahaan Pemula yang digelar di Royal Bay Hotel, Makassar, pada 24–28 Juni 2026. Pelatihan ini merupakan hasil kolaborasi antara Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI) Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, serta Perindustrian (Disdagkop-UKMP).
Mengusung tema “Membangun Wirausaha Mandiri Berbasis Potensi Lokal Luwu Timur”, pelatihan ini berlangsung secara residensial dengan bobot 32 jam pelajaran, terbagi menjadi 15 materi. Peserta dibekali keterampilan menyeluruh, mulai dari pola pikir dan motivasi wirausaha, membaca peluang dari potensi lokal, menyusun model bisnis (Business Model Canvas), kemasan dan label produk, pemasaran digital, pembukuan sederhana, hingga legalitas usaha dan produk seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), izin edar, dan sertifikat halal.
Salah satu agenda utama pelatihan adalah kunjungan dan workshop di House of Rewako Bank Indonesia serta di Rumah Kemasan PLUT-KUMKM Sulawesi Selatan. Pada sesi tersebut, peserta melakukan observasi produk unggulan, dilanjutkan dengan praktik desain kemasan dan standar label untuk produk unggulan Luwu Timur.
Kepala Disdagkop-UKMP Kabupaten Luwu Timur, Senfry Oktavianus, memberikan apresiasi positif atas penyelenggaraan pelatihan tersebut. “Kami sangat mengapresiasi pelatihan ini. Pengembangan sumber daya manusia adalah kunci agar usaha mikro di Luwu Timur bisa naik kelas dan berdaya saing,” ujar Senfry.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi lintas pihak menjadi kekuatan utama dalam kegiatan ini. “Kolaborasi dengan ABDSI Sulawesi Selatan menghadirkan pendekatan yang praktis dan langsung menjawab kebutuhan pelaku usaha. Kami berharap 40 peserta ini menjadi penggerak lahirnya wirausaha baru di daerah, dan pemerintah daerah berkomitmen untuk melanjutkan pendampingan setelah pelatihan,” kata Senfry.
Pelatihan dirancang dengan metode pembelajaran orang dewasa (andragogi) yang menekankan praktik, diskusi, studi kasus, dan presentasi. Untuk mengukur capaian, peserta menjalani pre-test pada awal kegiatan dan post-test pada akhir pelatihan. Seluruh sesi difasilitasi oleh tim fasilitator ABDSI Sulawesi Selatan bersama konsultan PLUT-KUMKM Sulsel.
Ketua ABDSI Sulawesi Selatan, Ahyar Muawwal, menegaskan komitmen asosiasi untuk terus mendampingi pelaku usaha mikro. “ABDSI Sulawesi Selatan berkomitmen mendampingi pelaku usaha mikro dan pendampingan itu tidak berhenti di ruang kelas,” kata Ahyar.
Menurutnya, materi disusun agar peserta dapat langsung mempraktikkannya dalam usaha masing-masing, mulai dari menyusun model bisnis hingga mengurus legalitas seperti NIB dan sertifikat halal. “Kami mengapresiasi Pemkab Luwu Timur yang menempatkan pengembangan SDM sebagai prioritas. Kami berharap kolaborasi ini menjadi contoh bagi daerah lain,” tambahnya.(*)