VOICESULSEL — Seorang satpam di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM). Sampah plastik diolah menggunakan destilator tenaga surya atau dengan metode penyulingan.
Yusuf yang bekerja sebagai security pada salah satu bank pemerintah di Pinrang ini berhasil menciptakan alat bernama Destilator yang dapat mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM). Idenya setelah dirinya mengikuti sosialisasi pengolahan sampah di Jakarta.
“Idenya itu saya dapat setelah lepas kuliah di Unhas pada 2016 dan 2017 saya dipercaya menjadi ketua asosiasi maritim dan disana saya dapat ide inj,” katanya.
Awalnya kata Yusuf ia berkeinginan mengubah sampah menjadi bahan bakar. Berangkat dari itu, dirinya lalu membuat sketsa gambar hingga menemukannya ide penyulingan menggunakan Destilator.
Dari alat itu ternyata sampah plastik dapat menghasilkan BBM jenis Premium, Solar, hingga minyak tanah.
Yusuf menyebut, ada tiga jenis sampah yang dapat diubah oleh alat tersebut, yaitu sampah tipe HDPE seperti botol oli yang dihasilkan menjadi Solar. Sampah tipe PP seperti gelas air mineral dan keresekan bisa menjadi bensin dan sampah tipe LDPE seperti botol plastik menjadi minyak tanah.
“Untuk setiap 650 gram sampah plastik dapat menghasilkan 300 Milliliter Premium,” katanya.(*)