Ibrahim Manisi Soroti Maraknya Media ‘Titipan’, Tegaskan Pentingnya Etika Jurnalistik

Bagikan

PAREPARE, VOICESULSEL – Fenomena menjamurnya media online yang mengandalkan berita rilis tanpa kehadiran jurnalis profesional mendapat sorotan dari jurnalis senior Kota Parepare, Ibrahim Manisi.

Dalam sebuah diskusi bersama wartawan pada Rabu, 21 Mei 2025, pria yang akrab disapa Ima ini menegaskan bahwa produk jurnalistik sejati tidak dapat tergantikan oleh informasi dari media-media ‘titipan’ yang hanya mengejar keuntungan semata.

“Saya kira produk jurnalistik tidak bisa tergantikan oleh berita-berita rilis yang diedit oleh AI, karena produk jurnalistik itu lahir dari seorang wartawan profesional yang menekuni keterampilannya di situ,” ujar Ima.

Menurutnya, meskipun perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) kini membanjiri ruang digital, namun produk jurnalistik yang berkualitas tetap harus melalui proses konfirmasi langsung kepada narasumber.

Hal tersebut menjadi pembeda utama antara karya jurnalistik profesional dan berita rilis semata.

“Pasti beda kalau jurnalis itu turun langsung atau konfirmasi langsung ke narasumber, dibandingkan hanya dengan menerima rilis,” tambahnya.

Ima juga menyoroti keberadaan sejumlah media online yang tidak memiliki jurnalis, namun tetap mempublikasikan berita dari rilis untuk menjalin kerja sama dengan pemerintah atau lembaga tertentu.

“Nah ini tentu bisa jadi pertanyaan, apakah berita-berita yang dihasilkan dari media yang hanya mengandalkan rilis itu sudah sesuai dengan etika jurnalistik.

Karena produk jurnalis itu memiliki etika dan kaidah yang perlu dipedomani, ada fungsi kontrol, bukan hanya selera kehumasan,” tegasnya.

Ima mengajak semua pihak, terutama pelaku media, untuk kembali kepada prinsip-prinsip dasar jurnalistik demi menjaga kepercayaan publik dan kualitas informasi yang disajikan.(*)