Beranda » Acha Arsyad Siap Berebut Kursi Ketua PWI Parepare 2025-2028

Acha Arsyad Siap Berebut Kursi Ketua PWI Parepare 2025-2028

Bagikan

PAREPARE, VOICESULSEL – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Parepare periode 2023-2025, Abd Razak Arsyad, menyatakan kesiapannya untuk kembali bertarung dalam bursa calon ketua PWI Parepare periode 2025-2028. Pernyataan itu disampaikan Acha—sapaan akrabnya—saat ditemui wartawan, Kamis, 22 Mei 2025.

Meski menyatakan siap maju, Acha menegaskan bahwa dirinya tidak ingin terburu-buru menyatakan pencalonan. Ia mengaku masih memberi ruang bagi regenerasi kepemimpinan di tubuh organisasi PWI Parepare.

“Saya sudah pernah menyampaikan harapan agar terjadi regenerasi. Tapi di sisi lain, ada juga teman-teman yang mendorong saya untuk maju lagi satu periode karena peluang itu masih terbuka,” ujarnya.

Acha menambahkan, dirinya masih mempertimbangkan langkah politiknya dan menyerahkan sepenuhnya kepada para pemilik suara dan peninjau untuk menilai kelayakannya.

“Apakah saya masih layak melanjutkan atau tidak, saya serahkan kepada floor. Kalau teman-teman masih memberi kepercayaan dan membuka peluang, silakan saja daftarkan saya,” imbuhnya.

Meski belum secara resmi mendeklarasikan diri, Acha tidak menampik telah mulai menyiapkan langkah-langkah strategis, termasuk membentuk tim sukses. Namun, ia menyebut bahwa proses tersebut masih berjalan secara tertutup.

“Sejauh ini belum ada tim yang terbentuk, hanya masih dalam tahap penjajakan. Belum bisa saya sebutkan namanya karena masih dalam proses. Mungkin awal Juni baru bisa kita lihat,” tegasnya.

Di sisi lain, Acha menaruh harapan besar kepada panitia pelaksana (OC) dan Steering Committee (SC) agar menjalankan tugas secara profesional dan menjunjung tinggi aturan yang berlaku.

“Panitia tugasnya mengantar konfercab berjalan sukses, sementara SC itu merumuskan aturan main. Saya dengar ada pernyataan yang menyakitkan, semacam intimidasi atau suka-tidak suka untuk mengganjal. Kalau ada SC yang ingin maju, maka harus dicoret sebelum aturan keluar,” tegasnya.

Ia juga menyoroti potensi perubahan aturan yang selama ini menjadi budaya dalam setiap pelaksanaan Konfercab PWI. Acha mengingatkan agar hal tersebut tidak dijadikan alat untuk kepentingan kelompok tertentu.

“Saya mencintai profesi wartawan karena kecintaan saya terhadap dunia tulis-menulis. Tapi dalam keseharian, kita juga butuh penghasilan. Profesi lain yang tidak bertentangan dengan kewartawanan seharusnya tidak jadi batu sandungan. Mari kembali pada budaya organisasi yang sehat,” pungkasnya.