Momentum Hari Sumpah Pemuda yang biasanya menjadi ajang refleksi semangat persatuan, justru diwarnai dinamika internal organisasi kepemudaan di Kota Parepare.
Dua kubu Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Parepare kini sama-sama mengklaim sebagai pengurus sah dan tampil memberikan ucapan selamat Hari Sumpah Pemuda, Selasa (28/10/2025).
Kedua kubu tersebut dipimpin oleh Muhammad Agung Nugraha dan Rasmin Rajab, masing-masing mengunggah desain ucapan resmi di media sosial dengan latar khas biru KNPI, lengkap dengan nama dan jabatan “Ketua DPD II KNPI Parepare”.
Fenomena ini memperlihatkan bahwa KNPI Parepare kini terbelah menjadi dua poros kepemimpinan yang sama-sama mengklaim legitimasi konstitusional hasil Musyawarah Daerah (Musda) XVI KNPI Parepare tahun 2025.
Awal Mula Dualisme: Musda Deadlock
Kisruh ini bermula dari Musda XVI KNPI Parepare yang digelar pada awal Oktober 2025. Forum tersebut gagal mencapai kesepakatan dalam pemilihan ketua dan dinyatakan deadlock, sehingga tahapan Musda tidak bisa dituntaskan secara konstitusional.
Sebagai langkah penyelesaian, DPD I KNPI Sulawesi Selatan kemudian mengambil alih penyelenggaraan Musda lanjutan. DPD I menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) Ketua dan Sekretaris untuk menuntaskan seluruh tahapan hingga Musda berhasil digelar kembali.
Musda lanjutan itu akhirnya dilaksanakan pada 18 Oktober 2025 di Lagota Café Parepare, dan menetapkan Muhammad Agung Nugraha sebagai formatur ketua terpilih periode 2025–2028 secara aklamasi.
Kubu Lain Juga Gelar Musda
Namun tak lama berselang, kubu lain yang dipimpin Rasmin Rajab juga menggelar Musda versi mereka di Ballroom Mandiri Flat Parepare, Sabtu (25/10/2025).
Menariknya, Musda ini dihadiri oleh Sekretaris DPD I KNPI Sulsel, yang kemudian menetapkan Rasmin Rajab sebagai Ketua DPD KNPI Parepare terpilih.
Dua versi Musda ini kemudian menjadi pangkal munculnya dualisme kepemimpinan di tubuh KNPI Parepare, yang hingga kini belum menemukan titik penyatuan.
Dua Tokoh Muda, Satu Semangat Pemuda
Meski berbeda kubu, baik Muhammad Agung Nugraha maupun Rasmin Rajab sama-sama menampilkan pesan yang senada dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97.
Keduanya menyerukan semangat kolaborasi dan persatuan pemuda Parepare untuk kemajuan daerah.
Kedua tokoh muda itu juga menegaskan bahwa apapun dinamika yang terjadi di internal organisasi, semangat Sumpah Pemuda tetap menjadi landasan perjuangan dan pengabdian mereka terhadap masyarakat dan daerah.
Harapan Penyatuan KNPI Parepare
Munculnya dualisme kepemimpinan KNPI Parepare bukan hal baru di tubuh organisasi kepemudaan terbesar di Indonesia ini.
Di berbagai daerah, fenomena serupa juga kerap terjadi akibat perbedaan tafsir konstitusi organisasi dan dukungan politik internal.
Namun para pemerhati pemuda di Parepare berharap agar momentum Sumpah Pemuda tahun ini bisa menjadi pemantik rekonsiliasi dan penyatuan langkah KNPI, sehingga energi kepemudaan tidak terpecah, tetapi bersatu untuk membangun kota Parepare.