BARRU, VOICESULSEL — Wanita bernama Hasriani (36) ditemukan meninggal dalam posisi tergantung di bawah kolong rumahnya di Dusun Desa Cileleng, Kabupaten Barru, pada Minggu siang (23/3/2025).
Kematian Hasriani menimbulkan kecurigaan pihak keluarga setelah ditemukan luka lebam di pipi, telinga, dan pahanya.
Baca : Breaking News! Bertengkar dengan Suami, Warga Cilellang Ditemukan Meninggal Tergantung
Adik korban, Nahar, mengungkapkan bahwa ia mendapati tanda-tanda lebam di beberapa bagian tubuh almarhumah sesampainya di rumahnya di Parepare. Meski demikian, ia tidak dapat memastikan apakah luka tersebut akibat benda tumpul atau jeratan tali yang melilit leher korban.
“Saya juga tidak bisa memastikan kalau luka lebam di pipi almarhumah karena apa, apakah karena tali yang melilit. Saya tidak tahu, kami serahkan polisi yang berwenang menuntaskan ini,” ujar Nahar, saat ditemui wartawan dirumahnya, Minggu malam, 23 Maret 2025.
Meski demikian, pihak keluarga memutuskan untuk tidak melakukan otopsi terhadap jenazah Hasriani dan hanya mengizinkan visum. Keputusan ini diambil karena proses otopsi diperkirakan memakan waktu antara lima hingga tujuh hari, sementara keluarga ingin segera menguburkan jenazah secepatnya.
Nahar juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap suami korban yang tidak segera menurunkan jenazah istrinya dari tali gantungan. Padahal, suaminya sendiri yang pertama kali menemukan istrinya meninggal.
“Suami almarhumah sendiri yang mengabarkan melalui chat WA, kalau Hasriani bunuh diri, makanya saya dan bapak langsung ke Cilellang,” ujarnya.
Baca : Keluarga Almarhumah Hasriani Ragukan Dugaan Bunuh Diri, Polisi Selidiki Kasus
“Tapi kami menyesalkan, selama perjalanan kami sekitar 30 menit ke lokasi, jasad almarhumah dibiarkan tergantung dan tidak dilepas dari tali,” katanya.
Saat ini, kasus kematian Hasriani masih dalam penyelidikan pihak kepolisian untuk memastikan penyebab pasti dari kejadian tersebut.(*)