PAREPARE, VOICE SULSEL — Program Sosialisasi Zakat terus digencarkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kota Parepare untuk membangun kesadaran berzakat sekaligus menggerakkan sedekah sebagai gaya hidup masyarakat.
Pada Rabu 13 September 2023 usai shalat dhuhur di Masjid Babut Taubah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A, di hadapan puluhan pegawai dan ratusan warga binaan, ketua Baznas Kota Parepare Saiful mengungkapkan keutamaan Zakat, Infak dan sedekah baik dari aspek agama maupun aspek sosialnya.
“Zakat adalah ajaran agama Islam yang menghimpun banyak kebajikan dan amal shaleh sekaligus. Melalui Zakat kita akan mengamalkan prinsip at taawun (tolon-menolong) juga langsung mempraktekkan prinsip al musawah (kebersamaan),al- adaalah (keadilan) serta keberpihakan kepada kaum dhuafa seperti yatim dan dhuafa, sehingga kalau ajaran Zakat ini telah menjadi life style (gaya hidup) setiap muslim maka keindahan dan kemuliaan serta keunggulan Islam bisa nampak dalam kehidupan sosial kita,” kata Saiful memotivasi jamaah.
Lebih lanjut, selain mengundang keberkahan terhadap harta juga akan melahirkan ketentraman dan ketenangan lahir dan dalam kehidupan masyarakat. Karena kata dia, orang kaya yang berzakat menunaikan hak orang yang membutuhkan dan orang orang mustahik juga merasa tenang karena adanya jaminan hidup yang diberikan melalui zakat infak sedekah berkat doa para mustahik akan melahirkan energi spiritual yang menembus langit lalu Allah hamparkan ke bumi berupa ketenangan dan kedamaian.
“Itulah sebabnya Zakat infak sedekah kita harus disalurkan melalui Baznas dan Insya Allah Baznas akan mendistribusikannya secara adil dan merata kepada mustahik sesuai tuntunan syariat,” terangnya.
Murshahid pejabat Lapas Kelas II A Parepare menyambut baik kehadiran Baznas di Lapas. Selain memberikan pencerahan kepada warga binaan, ajakan berzakat kepada para pegawai ini menjadi ikhtiar nyata Baznas untuk mengajak mengamalkan rukun Islam yang ketiga.
“Insya Allah kami akan laporkan kepada bapak Kalapas terkait ajakan Baznas ini,” ungkapnya.

Usai melakukan ceramah Ketua Baznas didampingi staf dan pejabat Lapas mengunjungi sentra pelatihan pembuatan roti yang dikelola oleh Tim Trainer dari Balai Latihan Kerja Kementerian Tenaga Kerja Kabupaten Pangkep.
“Kami dari balai latihan kerja kementerian tenaga kerja melakukan pelatihan dan pendampingan untuk peningkatan skill warga binaan salah satunya pelatihan pembuatan roti yang pesertanya adalah warga binaan lapas kita latih sampaiereka mahir sehingga ketiga keluar dari lapas ini mereka bisa mandiri dan punya usaha ekonomi,” ungkap Andreas.
Hal ini diapresiasi oleh ketua Baznas dan Baznas siap bekerjasama dengan dengan pihak lapas untuk melakukan pelatihan keterampilan dan pendampingan usaha kepada warga binaan, baik yang sementara menjalani pembinaan ataupun yang telah keluar agar mereka bisa survive dan bisa kembali diterima dengan baik di tengah masyarakat,” pungkas Saiful.
Seorang warga binaan, Lenan juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Baznas yang telah memberikan motivasi dan pencerahan kepada warga binaan Lapas Parepare.(fs)