Bulog Parepare Klarifikasi Temuan Beras SPHP Berkutu: “Kami Sudah Lakukan Pengawasan, Mohon Maaf Jika Masih Ada yang Lolos”

Beras Bulog Berkutu Parepare Warga Parepare menemukan beras SPHP milik Bulog berkutu
Bagikan

PAREPARE, VOICESULSEL — Pimpinan Cabang Bulog Parepare, Sulawesi Selatan Muhammad Junaedy, angkat bicara terkait laporan warga yang menemukan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) berkutu di wilayah Kelurahan Bukit Indah, Kecamatan Soreang, Kota Parepare.

Junaedy menegaskan, pihaknya selama ini telah melakukan pengawasan rutin terhadap kualitas beras SPHP yang disalurkan ke masyarakat. Namun, ia tidak menampik adanya kemungkinan sebagian stok yang lolos dari pengawasan mengingat volume beras di gudang Bulog cukup besar.

“Pengawasan mingguan dan bulanan tetap kami lakukan. Namun stok yang kami kuasai cukup besar, sehingga bisa saja ada kemasan yang luput dari pemeriksaan. Bila masih ditemukan beras yang berhama, kami mohon maaf sebesar-besarnya,” ujar Junaedy, Senin (10/11/2025).

Ia menjelaskan, Bulog Parepare senantiasa memastikan beras SPHP yang dijual ke masyarakat sesuai standar mutu.

Baca Juga: Beras SPHP Bulog Parepare Ditemukan Berkutu

Sebelumnya, seorang warga berinisial ER dari Kelurahan Bukit Indah mengaku menemukan beras SPHP yang dibelinya dari kios di depan Gudang Bulog KM 5 dalam kondisi berkutu. Ia membeli beras kemasan 5 kilogram dengan harga Rp57.000.

Menurut ER, kondisi beras yang dibelinya diduga berasal dari stok lama yang dikemas ulang. “Saya kira berasnya stok lama, dari teksturnya sudah terlihat. Karungnya baru, tapi berasnya berkutu,” ungkapnya.

Ia berharap Bulog lebih memperhatikan mutu beras sebelum dijual ke masyarakat. “Meskipun beras SPHP, sebaiknya tetap layak konsumsi dan tidak kalah kualitasnya dengan beras di pasar,” katanya.

Bulog Parepare memastikan akan terus memperketat proses sortir dan pengawasan agar insiden serupa tidak terulang.