PAREPARE, VOICESULSEL — Ironi program beras murah kembali mencuat di Parepare. Seorang warga Kelurahan Bukit Indah, Kecamatan Soreang, menemukan beras SPHP milik Bulog Kota Parepare dalam kondisi penuh kutu setelah membuka karung 5 kilogram yang baru saja dibelinya.
Beras yang seharusnya menjadi solusi pangan masyarakat justru membuat warga kecewa.
“Saya sebenarnya menyesal membelinya. Kalau tahu begini, lebih bagus beli di pasar,” ujar ER, warga Bukit Indah, dengan nada kecewa, Senin (10/11/2025).
Baca Juga: Dinas Pertanian Bulungan ke Sidrap, Pelajari Pengembangan Komoditas Padi dan Hilirisasi Pertanian
Ia mengaku membeli beras tersebut dari sebuah kios di depan Gudang Bulog Parepare KM 5, dengan harga Rp57.000 untuk 5 kilogram. Saat dibuka, beras yang diharapkan bisa dimasak untuk keluarga malah membuat selera makan hilang.
“Saya kira berasnya itu stok lama, dari teksturnya memang terlihat begitu. Mungkin dikarungin ulang pakai karung baru, tapi isinya ya tetap lama,” ucapnya dengan nada menyindir.
Warga itu menduga, beras SPHP yang dijual merupakan stok lama yang kembali dikemas untuk dipasarkan. Padahal, secara visual karung tampak baru dan rapi — hanya saja isi di dalamnya seperti tidak ikut “diperbarui”.
“Saya harap Bulog bisa perhatikan kualitas beras sebelum dijual ke masyarakat. Jangan sampai hanya karena berlabel SPHP, kualitasnya dikesampingkan,” tambahnya.
Baca Juga: Polres Parepare dan Bulog Salurkan Beras Murah SPHP ke Warga
Program SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dari Perum Bulog sejatinya bertujuan menjaga kestabilan harga dan ketersediaan beras di pasaran. Namun jika yang dijual justru beras penuh kutu, maka stabil bukan hanya harga, tapi juga kekecewaan warga.