PAREPARE, voicesulsel.com — Asima, nama bocah berusia empat tahun yang terlahir dari pasangan Bapak Abdul Syakur dan Ibu Usda, tidak seperti anak-anak seusianya pada umumnya.
Asima sejak lahir mengidap penyakit ekstrofi kandung kemih, yang merupakan kelainan yang tampak pada saat bayi lahir, di mana kandung kemih dan organ sekitarnya yang berhubungan berada di luar dinding perut.
Kondisi kandung kemih dan organ sekitarnya menyembul lewat kelaminnya. Hal itu membuat Asima kerap merasakan sakit akibat darah keluar dari saluran kencing saat ia buang air kecil.
Ibu Asima, Usda mengatakan, anaknya sejak lahir mengidap penyakit ekstrofi kandung kemih. Sejak lahir, sudah dilakukan operasi kepada Asimah. Operasi kedua juga sudah dilakukan sejak usia satu tahun, dan operasi ketiga setelahnya.
“Waktu satu tahun, dipasangkan besi dipinggulnya. Rencana operasi keempat tinggal tunggu kabar dari dokter bedahnya di Makassar,” jelas Usda.
Usda juga merasa sedih dan kasihan melihat anaknya tidak seperti anak seusianya. Asimah selama ini, kebanyakan menghabiskan waktu di rumah, dan bermain di rumah.
“Pernah dia (Asimah) bilang, “mama, kenapa saya tidak boleh bermain di luar. Tidak ada temanku, mama. Kenapa tidak sembuh ka mama. Selaluka minum obat. Bisa Jeka sembuh mama?”. Saya bilang sama Asimah, sabar nak, sembuh ji nanti,” ucap Usda, sembari meneteskan air mata.
Usda berharap, Asima bisa kembali normal selayaknya anak seusianya. Dapat bermain dengan teman-temannya di luar.
“Asimah tidak dibolehkan bermain di luar untuk hindari hal-hal tidak diinginkan (terjatuh),” ungkapnya.
Keluarga Asima juga tidak ditopang dengan perekonomian yang memadai. Ayah Asima yang seorang tukang ojek dan ibunya berjualan minuman dan gorengan.
Meskipun pengobatan dan operasi Asima ditangani BPJS Kesehatan oleh Pemerintah, namun, ada juga obat yang harganya mahal dan tidak ditanggung BPJS.
“Selama masa pengobatan, kendalanya biaya. Apalagi di Makassar. Ada obat yang tidak dijamin BPJS Kesehatan, dan harganya ada yang sampai Rp 300 ribu. Semua harus dijalani,” tandas Usda. (*)