Oleh: Ibra Laiman
Anregurutta’ KH. Abdurrahman Ambo Dalle menjadi kunci pertama atau miftahul awwal terbukanya IAIN Parepare, dahulu STAIN Parepare yang lahir dari rahim STAI DDI (Darud Da’wah wal Irsyad).
Dalam sejarah pendiriannya Anregurutta’ KH. Ambo Dalle bersama warga DDI mempersiapkan sarana dan segala kebutuhan untuk adanya STAIN Parepare yang awalnya hanya kelas jauh Prodi PAI Jurusan Tarbiyah IAIN Alauddin Makassar atau UIN Alauddin saat ini.
Tidak hanya fasilitas untuk kampus namun termasuk memberikan ruang/kamar bermalam di rumah Anregurutta’ bagi Dosen dan tenaga terkait yang berasal dari luar daerah. Semua Anregurutta’ perhatikan secara seksama untuk adanya STAIN/IAIN Parepare.
Hingga terwujudnya STAIN Parepare berdasarkan Kepres No. 11 Tahun 1997 yang disusul Keputusan Menteri Agama No. 338 Tahun 1997 tentang STAIN Parepare yang berisi pedoman peralihan status dari Fakultas Tarbiyah IAIN Alauddin Makassar.
Penerimaan tokoh-tokoh DDI kala itu termasuk Anregurutta’ KH. Abdurrahman Ambo Dalle sebagai miftahul awwal secara sukarela tentu saja tidak boleh terlupakan. Doa-doa serta impian-impian telah guru-guru kita tanamkan dan semoga bisa kita lanjutkan dengan baik.
Lahirnya STAIN Parepare yang saat ini bertransformasi menjadi IAIN Parepare melalui Perpres RI No. 29 tanggal 5 April 2018 akan seperti apa di masa mendatang harus bisa kita jawab dengan karya yang fokus pada isi yang berimbang dengan bungkusnya.
Gurutta’ Kiai Dr. Hannani sebagai generasi penerus menerangkan bahwa dirinya harus belajar dari sejarah masa ke masa kepemimpinan STAIN/IAIN Parepare utamanya gagasan-gagasan juga karya-karya yang telah terwujud dan memberikan manfaat baik bagi civitas akademik ataupun masyarakat luas.
Gurutta’ Kiai Dr. Hannani secara tidak langsung belajar dari pemimpin-pemimpin yang telah terlebih dahulu menakhodai STAIN/IAIN Parepare. Tentu saja karakter dan gaya kepemimpinan yang dimiliki oleh para pendahulunya berbeda-beda.
Selain Anregurutta’ KH. Ambo Dalle, sosok sentral lahirnya STAIN/IAIN Parepare yang juga dikenal dengan ketegasan, kharisma, dan kehidupannya nan sederhana ialah Anregurutta’ KH. Muhammad Abduh Pabbajah. Dari beliau kita belajar perihal komitmen, salah satunya yakni apa dikatakan maka itulah yang dilakukan. Satunya kata dengan perbuatan.
Secara khusus Gurutta’ Kiai Dr. Hannani juga banyak belajar dan mendapatkan hikmah-hikmah dari gurunya Alm. Almagfurullah Prof. Dr. KH. Muiz Kabry, seorang pemimpin yang memiliki sifat kebapakan, sangat mengayomi. Kepedulian Prof. Muiz melingkupi banyak hal termasuk ketika berdiskusi.
Dan diantara yang menginspirasi Gurutta’ Kiai Dr. Hannani adalah Alm. Almagfurullah Prof. Dr. KH. Abd. Rahman Idrus. Sosok beliau sangat disiplin, sangat baik, dan sangat enerjik. Prof. Rahman Idrus ketika menghadapi suatu pekerjaan selalu mau semuanya diselesaikan dengan baik dan tuntas, karena itulah pada masanya hampir semua bisa terselesaikan dengan efisien efektif. Seperti misalnya administrasi persyuratan yang hampir tidak ada yang tersisa di mejanya, semua diselesaikan.
Selanjutnya Tuan Guru Prof. Dr. KH. Rahim Arsyad, Gurutta’ Kiai Dr. Hannani banyak belajar tentang spritualitas. Senantiasa menebarkan teladan dan juga nasehat bagaimana menyelesaikan sesuatu tanpa melukai. Hal yang menarik adalah ketika beliau lebih banyak memberikan kita kesempatan untuk mengajukan pandangan dan Prof. Rahim banyak mendengarkan sampai ketika akhirnya beliau memberikan arahan sederhana dan berisi.
Terakhir, Gurutta’ Kiai Dr. Hannani menyatakan takzim terhadap Rektor Pertama IAIN Parepare Dr. Ahmad S. Rustan. Pemimpin yang luar biasa bersama gagasannya yang maju, bahkan sampai begitu idealnya beliau seluruh civitas akademika kewalahan dalam mengikuti langkah-langkahnya.
Dr. Ahmad ahli dalam komunikasi dan selama menjabat mampu meningkatkan sarana dan prasarana. Cocok sekali menjadi Rektor Pembangunan Kampus dengan beberapa gedung-gedung model terbaru serta pembukaan prodi-prodi anyar. Sepertinya beliau dari pengamatan kita punya kemampuan mengawal keinginannya sampai selesai. Mudah-mudahan juga dapat kita ikuti untuk kebaikan bersama di masa depan.
Gurutta’ Kiai Dr. Hannani sebagai penerus kepemimpinan setelah membaca riwayat pendahulunya seperti Anregurutta’ KH. Abdurahman Ambo Dalle yang sukses memimpin Pondok Pesantren, dari Mangkoso, Ujung Lare, hingga Kaballangan semuanya dapat kita rasakan besarnya manfaat yang terjadi.
IAIN Parepare bila mau maju kita perlu belajar dari Anregurutta’ yang memikirkan dan melakukan sesuatu untuk apa yang ia kerjakan mulai dari bangun hingga tidur kembali Totalitas. Pengabdian yang tidak mengenal lelah. Menanam kebaikan untuk lahirnya kebaikan lainnya.
“Kalau saya yang Rektor semuanya menjadi Rektor, maksudnya kita total memikirkan dan melakukan sesuatu sesuai dengan proporsional, tupoksi, serta peran yang telah diamanahkan sebagai ujian kepada kita, semoga dengan itu dapat membuat kita bahagia dan mendapatkan berkah di dunia juga akhirat,” Gurutta’ Kiai Dr. Hannani.