Beranda ยป Aplikasi Pendaftaran PPDB khusus SMA/SMK Dinilai Ribet

Aplikasi Pendaftaran PPDB khusus SMA/SMK Dinilai Ribet

Bagikan

PAREPARE VOICE SULSEL — Problem besar dialami para tamatan SMP dan sederajat yang ingin melanjutkan jenjang pendidikan ke tingkat SMA/SMK tahun 2023-2024. Pasalnya pihak panitia Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) akan dibuka melalui aplikasi. Namun tahun ini Panitia PPDB Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel membuat aplikasi yang berbeda dari tahun sebelumnya yang dinilai ribet oleh para orang tua/siswa.

Andi Ilham salahsatunya mengaku proses PPDB tahun ini terbagi dalam beberapa tahap, yakni sosialisasi dimulai dari 5-10 Juni dan dilanjutkan dengan pra pendaftaran dan verifikasi pendaftaran 5-15 Juni yang diakses melalui aplikasi online setiap hari dimulai pada pukul 07.00 pagi hingga 17.00 sore.

“Ada istilah Pra Pendaftaran sebelum dimulainya Proses pendaftaran Calon Siswa Baru, sementara sejak dibuka tanggal 5 juni 2023 kemarin kita tidak bisa mengakses masuk pada aplikasi tersebut selalu luring bahkan error,” katanya.

Andi Ilham mengaku kejadian ini sungguh memilukan sebab ternyata banyak file yang harus di scan untuk diupload. “Coba bayangkan bagaimana nasib anak-anak bangsa ini yang berada dipedalaman, yang akses internetnya terbatas, yang tidak punya android yang mungkin tidak punya Laptop atau PC,” katanya.

Sementara kata dia mereka dituntut harus login dan mengikuti prosedur yang begitu ribet. Ia mempertanyakan hal tersebut agar dapat diberikan solusi secepatnya mengingat jadwal pendaftaran yang terbilang mepet

“Kita hanya diberikan jawaban “SABAR dan silahkan dicoba terus, lantas bagaimana jika memang aplikasinya yang error kemudian waktu pra pendaftaran sudah habis, semntara aturannya harus melakukan pra pendaftaran terlebih dahulu baru bisa mendaftar,” tuturnya.

Dan bagi calon siswa yang tidak melakukan Pra Pendaftaran maka tidak diperbolehkan mendaftar.

Dikonfirmasi akan hal ini, salah satu pejabat Kantor Cabang Dinas Pendidikan UPTD SMA SMK Wilayah Parepare mengatakan, sistem pendaftaran tahun ini dengan tahun lalu tidak jauh berbeda. Kata dia, seluruh calon siswa memang diharuskan mendaftar melalui sistem aplikasi. “Sudah seperti itu aturannya dan ini tidak jauh berbeda dengan tahun lalu,” katanya.

Ia mengaku bagi calo peserta yang kesulitan, pihak sekolah juga membuka ruang help desk untuk membantu para calon peserta yang ingin log-in. “Hanya memang masalah kalau beberapa calon peserta mendaftar menggunakan akun atau email palsu, jadi sistem biasa menolak,” paparnya.(ak)