BOGOR, VOICE SULSEL — Danau Quarry, Desa Tegalega, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat menelan korban jiwa. Disebutkan ada 3 orang yang meninggal karena tenggelam setelah hendak mengikuti ritual pengobatan yang dilakukan oleh seorang guru spiritual berinisial AN.
AN (51) seorang guru spiritual menawarkan pengobatan alternatif untuk menyembuhkan segala penyakit. Praktik tersebut diakui sudah dilakoninya sejak 18 tahun silam sesuai penuturan Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Yohannes Redhoi Sighiro.
Namun naas bagi korban inisial MDP. Ia disebut menderita penyakit ganggu mental sehingga oleh keluarga dibawa berobat ke seorang guru spiritual (AN). Namun AN menyarankan untuk diobati di danau Quarry pada Kamis malam atau malam Jumat, 14 Juli lalu.
Sesampainya di danau, tanpa sengaja korban MDP terpeleset dan tenggelam kedalam danau. Kerabat yang melihat korban berusaha untuk menolong dengan terjun ke danau. Tapi naasnya, dua orang yang menolong ikut tenggelam.
Tim gabungan dari Basarnas, BPBD dan Damkar baru berhasil menemukan jenazah korban setelah dicari selama 7 jam. Para korban ditemukan meninggal di kedalaman 5 meter. “Waktu ditemukan jaraknya berdekatan satu sama lain, dan mereka langsung di evakuasi ke puskesmas terdekat,” kata Petugas penyelamatan Denny Kadarusman.
Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Yohannes Redhoi Sighiro mengaku telah menetapkan guru spiritual berinisial AN sebagai tersangka karena lalai telah mengajak orang lain untuk berobat di Danau Quarry yang mengakibatkan korban tenggelam. “Kami penyidik satreskrim Polres Bogor telah menetapkan AN sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana karena kelalaiannya mengakibatkan orang lain meninggal dunia,” ujarnya.
Tersangka kepada polisi mengaku adalah sebagai guru spiritual pengobatan alternatif yang biasa mengobati orang lain dengan berbagai keluhan macam penyakit.(*)