PAREPARE VOICE SULSEL — Koalisi Masyarakat Anti Korupsi (Kompak) Parepare bersama LSM Fokus melanjutkan aksi demontrasi didepan Kantor Kejaksaa Negeri Parepare. Mereka kembali menuntut kasus-kasus korupsi di Parepare dituntaskan. Ketua Kompak Parepare, Mu’thazim dalam orasinya mempertanyakan kasus operasi tangkap tangan (OTT) di bagian unit layanan pengadaan barang (ULP) Kota Parepare yang salah satunya pernah ditersangkakan untuk kembali diungkap.
“Mana itu tersangka kasus OTT, kenapa justru mereka mendapatkan promosi jabatan, jabatan,” kata Mu’thazim dalam orasinya, didepan kantor kejaksaan negeri Parepare, Kamis 13 Juli.
Berbagai kasus korupsi diungkap didepan kejaksaan yang diterima oleh Kasi Intel Kejaksaan Negeri Parepare, Sugiharto. Seperti dugaan korupsi Dana BOS yang digunakan kepala sekolah untuk plesiran, covid center, dana dinkes, pembangunan mesjid terapung serta korupsi kebocoran air PDAM.
Sementara Kepala Kejaksaan Negeri Parepare, yang diwakili oleh Kasi Intel Kejaksaan Negeri Parepare, Sugiharto menjawab pernyataan para orator aksi demo yang dilakukan LSM kompak dan Fokus.
Sugiharto dalam kesempatan itu mengatakan kasus-kasus dugaan korupsi yang sedang berjalan di institusinya tetap ditangani dengan profesional sesuai dengan aturan hukum. “Jadi kami tetap menangani semua dugaan kasus, seperti covid center yang masih berjalan,” katanya.
Terkait kasus dana bos sekolah kata Sugiharto, pihaknya juga sudah meminta klarifikasi terhadap kepala sekolah, namun sesuai hasilnya tidak ditemukan adanya pelanggaran.
Sementara untuk kasus dana Dinkes, ia mengaku kasus tersebut sudah ditangani oleh kepolisian.
“Kami tetap terbuka untuk melayani seluruh laporan kalau memang ada yang ditemukan masyarakat agar dilaporkan kepada kami,” jelasnya.(ak)