PAREPARE — Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare mengalihkan proses belajar mengajar siswa tingkat TK hingga SMP menjadi pembelajaran jarak jauh (daring) selama dua hari, Kamis hingga Jumat (15–16/10/2026). Langkah darurat ini diambil menyusul kondisi kabut asap yang kian pekat dan memperburuk kualitas udara di Kota Parepare.
Wali Kota Parepare, H. Tasming Hamid, menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan bentuk perlindungan terhadap kesehatan para peserta didik dari risiko paparan polusi udara.
”Pembelajaran daring kita berlakukan sementara pada Kamis dan Jumat. Untuk skema pembelajaran hari Senin dan seterusnya, Pemkot Parepare akan terus memantau perkembangan serta mengevaluasi kondisi kualitas udara terlebih dahulu,” ujar Tasming.
Guna memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat, Pemkot Parepare melalui Dinas Kesehatan, rumah sakit, PSC 119, hingga seluruh Puskesmas secara serentak menggelar aksi pembagian masker gratis di 11 titik strategis mulai Kamis (15/10/2026) pukul 08.00 WITA.
Adapun sebaran lokasi pembagian masker medis tersebut meliputi:
Dinas Kesehatan: Depan Masjid Al-Manar (200 pcs)
RS Hassri Ainun Habibie: Depan Masjid Terapung BJ Habibie (500 pcs)
PSC 119: Jalan Jend. Sudirman, depan Kafe R57 (100 pcs)
Puskesmas Cempae, Lauleng, & Labkesda: Jalan H.A.M. Arsyad, depan IAIN Parepare (200 pcs)
Puskesmas Lumpue: Jalan Poros depan Terminal Lumpue dekat SPBU (100 pcs)
Puskesmas Lompoe: Area Pasar Raya Lompoe (100 pcs)
Puskesmas Lapadde: Depan Indomaret persimpangan Amblam (100 pcs)
Puskesmas Lakessi: Perempatan Jalan A. Makkasau dan Jalan M. Arsyad (100 pcs)
Puskesmas Madising: Depan Pasar Labukkang (100 pcs)
Puskesmas Lemoe: Depan Alfamart Lemoe (100 pcs)
RSUD Andi Makkasau: Jalan Nurussamawati, Pasar Perumnas, dan depan SMA Negeri 2 Parepare (150 pcs)
Di samping pembagian masker masif, Pemkot Parepare mengimbau seluruh warga untuk membatasi aktivitas di luar ruangan serta wajib menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar rumah demi mengantisipasi gangguan pernapasan.