PAREPARE – Pondok Pesantren (PP) Zubdatul Asrar Nahdlatul Ulama Kota Parepare, Sulawesi Selatan, menggelar Seminar Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) pada Rabu, 23 September 2026. Mengusung tema “Akidah Ahlussunnah Wal Jama’ah Sebagai Dasar Keimanan”, kegiatan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman dan keilmuan para santri serta warga NU mengenai ajaran Aswaja.
Acara ini menghadirkan penceramah ternama asal Jember, Jawa Timur, yaitu KH. Muhammad Idrus Ramli, dan dihadiri oleh jajaran pengurus NU, warga NU, partisipan, serta para santri se-Kota Parepare.
Dalam sambutannya, Pimpinan PP Zubdatul Asrar NU Lappa Angin, Prof. Dr. KH. Hannani, M.A., menyampaikan apresiasi tinggi atas kedatangan narasumber. Beliau menyebut KH. Muhammad Idrus Ramli sebagai sosok Anre Gurutta yang patut diteladani.
“Beliau menimba ilmu di pesantren selama 20 tahun dan telah berkeliling dunia—mulai dari Amerika, Kanada, negara-negara ASEAN, Asia, Eropa, hingga ke tanah Arab seperti Mesir—untuk menyiarkan kebenaran agama Islam. Kami berharap santriwan dan santriwati dapat mengikuti jejak beliau menjadi ulama yang cerdas dan bijak,” ujar Prof. KH. Hannani sembari mengucapkan terima kasih atas kunjungan tersebut.
Sementara itu, dalam paparan materinya, AG. KH. Muhammad Idrus Ramli memotivasi para santri agar senantiasa tekun dalam menuntut ilmu di pesantren. Beliau berpesan agar para santri memiliki cita-cita setinggi mungkin demi meraih kesuksesan di dunia dan akhirat.
Terkait pemahaman keagamaan, KH. Muhammad Idrus Ramli menekankan pentingnya ber-Aswaja secara sungguh-sungguh, yakni dengan memahami esensi dari ajaran tersebut secara mendalam. Mengutip hadis Rasulullah SAW, beliau mengingatkan umat Islam untuk senantiasa berpegang teguh pada ajaran Nabi,
Khulafaur Rasyidin, para sahabat, serta hasil ijma’ dan qiyas para ulama.
Di akhir pemaparannya, beliau berpesan:
* Bermazhab: Mengajak umat untuk senantiasa bermazhab dalam beragama.
* Belajar Berguru: Melarang keras menafsirkan Al-Qur’an hanya berpatokan pada pendapat pribadi tanpa bimbingan guru atau Anre Gurutta.
* Menjaga Ukhuwah: Mengimbau agar tidak mudah mengkafirkan (takfir) saudara sesama Muslim.(*)