Bidik Investasi Nasional, Siapkan Ratusan Wirausaha Baru Menuju Pasar Global
PAREPARE – Pemerintah Kota Parepare mulai mengakselerasi strategi pembangunan ekonomi dengan menggabungkan dua kekuatan sekaligus, yakni membuka peluang investasi baru dan menyiapkan sumber daya pelaku usaha lokal. Langkah tersebut terlihat dari kehadiran Wali Kota Tasming Hamid dalam Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkonas) XXXV APINDO di Makassar, yang dibarengi dengan rampungnya Program Parepare Keren Tahap II yang telah melahirkan 250 calon pengusaha baru sepanjang 2026.
Bagi Pemkot Parepare, investasi dan kewirausahaan merupakan dua sisi yang tidak dapat dipisahkan dalam membangun ekonomi daerah yang berdaya saing.
Forum nasional APINDO yang berlangsung di Hotel Claro Makassar mengangkat tema “Ketahanan Ekonomi Nasional: Peran Pengusaha Indonesia di Tengah Fragmentasi Global.” Forum tersebut mempertemukan pemerintah daerah, investor, asosiasi pengusaha, serta pelaku usaha untuk memperkuat iklim investasi dan memperluas akses pasar bagi UMKM Indonesia.
Tasming Hamid hadir bersama sejumlah kepala daerah dan tokoh nasional, termasuk Jusuf Kalla, Ketua Umum APINDO Shinta W. Kamdani, serta Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman.
Salah satu agenda penting dalam Rakerkonas adalah Business and Investment Forum, yang menjadi wadah promosi investasi daerah sekaligus membuka peluang pemasaran bagi sekitar 65 ribu UMKM yang berada dalam ekosistem APINDO. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kontribusi ekspor UMKM nasional yang saat ini masih berkisar 4 persen.
Di saat bersamaan, Pemerintah Kota Parepare juga menyelesaikan Program Parepare Keren Tahap II melalui Dinas Tenaga Kerja. Dengan berakhirnya pelatihan tersebut, target pembinaan 250 calon pengusaha baru pada tahun 2026 berhasil direalisasikan.
Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja Parepare, La Ode Arwah Rahman, menjelaskan bahwa peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, mahasiswa, organisasi kepemudaan, alumni pelatihan kerja, hingga pelaku UMKM pemula.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, program Parepare Keren tidak hanya memberikan materi dasar kewirausahaan. Peserta juga memperoleh pembekalan mengenai pemasaran melalui SIPLah, sertifikasi halal, pendampingan pembuatan akun SIAPKerja, hingga akses terhadap program pemerintah untuk pengembangan usaha.
Sebagai tindak lanjut, Dinas Tenaga Kerja telah memetakan kebutuhan pelatihan teknis bagi alumni Parepare Keren melalui kerja sama dengan BPVP Pangkep, BPVP Bantaeng, dan BBPVP Makassar.
Sebanyak 11 bidang kompetensi telah disiapkan, mulai dari desain grafis, digital marketing, barista, tata boga, servis telepon seluler, las, hingga tata rias.
Model pembinaan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi berlanjut hingga peningkatan kompetensi, legalitas usaha, dan perluasan akses pasar.
Kehadiran Tasming Hamid dalam forum ekonomi nasional APINDO dinilai menjadi sinyal bahwa Pemkot Parepare tidak hanya berupaya menarik investasi dari luar daerah, tetapi juga menyiapkan pelaku usaha lokal agar mampu memanfaatkan peluang yang tercipta.
Dengan strategi tersebut, Parepare menempatkan investasi sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi, sementara UMKM dipersiapkan menjadi motor yang mampu mengisi rantai pasok dan menembus pasar nasional hingga internasional.(*)