Beranda ยป Upaya Preventif Hadapi Musim Hujan, Pemerintah Kecamatan Soreang dan Dinas PUPR Intensifkan Pembersihan Sungai Lauleng

Upaya Preventif Hadapi Musim Hujan, Pemerintah Kecamatan Soreang dan Dinas PUPR Intensifkan Pembersihan Sungai Lauleng

Bagikan

PAREPARE – Komitmen Pemerintah Kota Parepare dalam mengurangi risiko bencana hidrometeorologi terus diperkuat melalui langkah-langkah preventif di lapangan. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan peninjauan langsung pembersihan dan pengerukan aliran Sungai Lauleng di Kelurahan Bukit Harapan, Kecamatan Soreang, yang dilaksanakan Pemerintah Kecamatan Soreang bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Camat Soreang, Andi Nurpati Katoe, S.KM, didampingi Lurah Bukit Harapan A Madianah SE, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Bukit Harapan Anshar Abdullah, Ketua RW setempat, serta jajaran teknis dari Dinas PUPR. Peninjauan dilakukan untuk memastikan proses normalisasi sungai berjalan optimal sebagai bagian dari upaya mengantisipasi potensi banjir yang kerap terjadi saat curah hujan meningkat.

Dalam pelaksanaannya, Dinas PUPR mengerahkan alat berat berupa ekskavator guna mempercepat proses pengerukan endapan lumpur yang telah menyebabkan pendangkalan di sejumlah titik aliran Sungai Laolang. Selain mengangkat sedimentasi, petugas juga membersihkan tumpukan sampah dan material lain yang berpotensi menghambat kelancaran arus air.

Langkah normalisasi sungai ini dinilai sangat penting karena kondisi aliran yang mengalami penyempitan dan pendangkalan dapat mengurangi kapasitas tampung sungai. Apabila tidak segera ditangani, kondisi tersebut berisiko menimbulkan luapan air yang mengancam kawasan permukiman warga di sekitar bantaran sungai, khususnya ketika intensitas hujan tinggi.

Camat Soreang, Andi Nurpati Katoe, S.KM, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi mitigasi bencana yang menjadi prioritas pemerintah kecamatan. Menurutnya, pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penanganan ketika bencana telah terjadi.

“Kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk meminimalisir potensi banjir sekaligus menjaga fungsi aliran Sungai Lauleng agar tetap mampu mengalirkan debit air secara maksimal. Kami ingin memastikan saluran air tetap bersih dan tidak mengalami penyumbatan akibat sedimentasi maupun sampah,” ujarnya saat meninjau lokasi pengerukan.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memiliki kepedulian terhadap lingkungan dengan menjaga kebersihan sungai. Menurutnya, keberhasilan program normalisasi sungai tidak hanya bergantung pada upaya pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar Sungai Lauleng dan Kelurahan Bukit Harapan, agar tidak membuang sampah ke sungai. Kebiasaan tersebut menjadi salah satu penyebab utama penyumbatan aliran air yang pada akhirnya dapat memicu banjir. Mari bersama-sama menjaga sungai sebagai aset lingkungan yang harus kita pelihara,” tegas Andi Nurpati.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sampah rumah tangga yang terbawa arus dan menumpuk di sejumlah titik dapat menghambat aliran air, mempercepat proses pendangkalan, bahkan merusak ekosistem sungai. Oleh karena itu, kesadaran masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung keberlanjutan program pengendalian banjir.

Pemerintah Kecamatan Soreang juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas PUPR Kota Parepare yang telah merespons cepat kebutuhan normalisasi Sungai Lauleng dengan menurunkan personel serta alat berat di lokasi. Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

Selain sebagai upaya mengurangi risiko banjir, kegiatan normalisasi sungai ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan tertata. Pemerintah berharap masyarakat dapat terus menjaga hasil pengerukan dengan tidak lagi menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah.

Melalui sinergi yang kuat antara Pemerintah Kecamatan Soreang, Dinas PUPR, pemerintah kelurahan, LPMK, perangkat wilayah, serta dukungan penuh masyarakat, diharapkan ancaman banjir di kawasan Kelurahan Bukit Harapan dapat ditekan secara signifikan. Langkah preventif ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Kota Parepare dalam membangun ketahanan lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pengelolaan infrastruktur yang berkelanjutan. (ama).