PAREPARE – Menginjak usianya yang ke-2 tahun, Majelis Syuhada Parepare kembali menunjukkan konsistensinya dalam menyiarkan dakwah melalui safari shalat subuh berjemaah ke luar daerah. Kali ini, ribuan jemaah memadati Masjid Al Muhajirin yang sarat sejarah di Ujung Lero, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, pada Jumat (7/8/2026).
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Majelis Syuro H. Pangerang Rahim, mantan Sekda Pinrang sekaligus mantan Wakil Ketua DPRD Pinrang yang juga Ketua DKM Masjid Raya Pinrang Drs. H. Alimuddin Ngaru, serta Pembina Majelis Syuhada AKP (Purn) H. Muhabar, S.Ag. (mantan Waka Polres Pinrang).
Hadir pula Muassis Majelis Syuhada H. Bakhtiar Syarifuddin, S.E., tokoh masyarakat Ujung Lero H. Tajuddin Ilyas, perwakilan Camat Suppa dan Kepala Desa Ujung Lero, pengurus masjid serta Majelis Taklim se-Kota Parepare, serta jemaah dari berbagai daerah lainnya.
Rangkaian ibadah dipimpin oleh Imam Masjid Al Muhajirin. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan penerimaan oleh Ketua Pembangunan Masjid H. Hamal, ceramah singkat oleh Ketua Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al Mukratul Aulad Kota Parepare Ustadz Muhammad Nasir, S.E., serta sambutan penutup dan ucapan terima kasih dari Muassis Majelis Syuhada, H. Bakhtiar Syarifuddin, S.E.
Keunikan Masjid Al Muhajirin Ujung Lero
Dalam sambutannya, Ketua Pembangunan Masjid Al Muhajirin, H. Hamal, menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus permohonan maaf jika terdapat kekurangan dalam menyambut kedatangan jemaah Majelis Syuhada Kota Parepare.
H. Hamal menjelaskan keunikan bangunan masjid yang didirikan sekitar tahun 1950 oleh Hasan Alwi atau yang akrab disapa Puang Lero tersebut. Bangunan masjid memiliki 25 kubah dan dibangun tanpa menggunakan besi penopang, namun tetap berdiri dengan kokoh hingga saat ini.
“Masjid ini dibangun sejak tahun 1950-an, memiliki 25 kubah tanpa memakai besi tetapi tetap berdiri kokoh. Bahkan saat gempa beberapa tahun lalu, bangunannya sempat retak, tetapi anehnya setelah gempa susulan, retakan pada bangunan kembali normal. Di sini juga terdapat sumur yang dipercaya warga dapat membantu menyembuhkan penyakit ginjal,” jelas H. Hamal.
Apresiasi dan Silaturahmi
Sementara itu, Muassis Majelis Syuhada H. Bakhtiar Syarifuddin, S.E., menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam kepada pengurus masjid serta masyarakat setempat atas sambutan hangat yang diberikan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf jika kehadiran ribuan jemaah dan deretan kendaraan yang terparkir sempat mengganggu kenyamanan warga sekitar.
“Safari kali ini terasa sangat istimewa karena dihadiri dua Majelis Syuro, yaitu H. Pangerang Rahim dan H. Tajuddin Ilyas. Kami mengucapkan terima kasih kepada pengurus masjid, Pemerintah Kecamatan Suppa, dan seluruh jajaran masyarakat. Kami juga memohon maaf apabila kedatangan kami sedikit mengganggu aktivitas warga setempat,” ungkap Bakhtiar.
Keutamaan Shalat Subuh Berjemaah
Dalam tausiyah singkatnya, Ustadz Muhammad Nasir, S.E. mengingatkan jemaah akan keutamaan berjalan menuju masjid di waktu gelap untuk menunaikan shalat subuh berjemaah.
Ia menegaskan bahwa Allah SWT menjanjikan cahaya yang sempurna pada hari kiamat bagi mereka yang melangkahkan kaki ke masjid dalam kegelapan subuh, sebagaimana yang rutin dilakukan oleh Majelis Syuhada.
”Berilah kabar gembira bagi orang-orang yang berjalan ke masjid dalam kegelapan, karena Allah menjanjikan cahaya yang sempurna kelak. Dua rakaat shalat sunnah sebelum subuh saja lebih baik dari dunia beserta isinya.
Siapa saja yang mendirikan shalat di awal waktu, Allah akan melapangkan rezekinya, memberkahinya, menjaganya di dalam kubur, hingga memasukkannya ke dalam surga tanpa hisab,” pungkasnya.(*)