Beranda » Didahului Qiyamul Lail, Safari Subuh Majelis Syuhada Padati Masjid Jami Al Hidayah Kampung Baru

Didahului Qiyamul Lail, Safari Subuh Majelis Syuhada Padati Masjid Jami Al Hidayah Kampung Baru

Bagikan

PAREPARE — Gerakan pejuang subuh Majelis Syuhada Kota Parepare dalam memakmurkan masjid terus berlanjut. Kali ini, safari shalat Subuh berjemaah yang diawali dengan Qiyamul Lail (shalat Taubat, Hajat, Tahajud, dan Witir) digelar di Masjid Jami Al Hidayah, Kampung Baru, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare, Jumat (14/8/2026).

Kegiatan ini dihadiri sejajar tokoh penting dan pejabat daerah, di antaranya:

  • Suyuti, S.E. (Wakil Ketua DPRD Parepare)
  • AKBP (Purn) Pol. H. Muhabar, S.Ag. (Pembina Majelis Syuhada / Mantan Wakapolres Pinrang)
  • H. Bakhtiar Syarifuddin, S.E. (Muassis Majelis Syuhada)
  • H. Anwar Saad, S.H., M.H. (Mantan Kadis Pendidikan Kota Parepare)
  • Drs. H. Ahmad Masdar, M.Si. (Kadis Perpustakaan)
  • Ir. H. Syaiful Mahsan (Pejabat Kementerian Agama Kota Parepare)
  • Serta jajaran pejabat aktif maupun purnabakti Pemkot Parepare.

Selain jajaran pejabat, masjid terbesar di Kelurahan Kampung Baru ini tampak dipadati oleh tokoh masyarakat, pengusaha, pengurus DKM dan Majelis Taklim se-Kota Parepare, jemaah setempat, hingga jemaah dari luar daerah.

Rangkaian Acara dan Nasihat Agama

Rangkaian ibadah Subuh bertindak sebagai imam yakni imam Masjid Jami Al Hidayah, disusul sambutan penerimaan oleh Ketua DKM, Suryadi Ahmad, ceramah singkat dari Ustadz Muhammad Darja Miharja, S.Pd.I., M.Pd.I. (Dosen IAI DDI Pinrang), serta ditutup oleh ucapan terima kasih dari Muassis Majelis Syuhada.

Dalam ceramah singkatnya, Ustadz Darja Miharja membeberkan tiga amalan utama untuk keselamatan dunia dan akhirat:

  1. Wudhu yang cahayanya tak pernah padam — Senantiasa memelihara wudhu dan memperbaiki tata caranya.
  2. Shalat yang tak tersentuh mati — Menjaga shalat tepat waktu, di mana zikir menjadi bagian penting di dalamnya.
  3. Syahadat yang terus diperbaharui — Memperbanyak mengucapkan kalimat syahadat setiap saat.

“Setidaknya ada tiga ibadah untuk menjaga keselamatan dunia akhirat: wudhu sebagai cahaya yang tak padam, shalat yang tidak pernah mati, serta senantiasa memperbaharui syahadat di setiap kesempatan,” jelas Ustadz Darja.

Ajang Silaturahmi dan Sedekah

Dalam penutup acara, H. Bakhtiar Syarifuddin, S.E. menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh jajaran pengurus Masjid Jami Al Hidayah atas sambutan hangat yang diberikan. Ia juga memimpin pembacaan shalawat sebagai pembuka sesi silaturahmi—tradisi khas safari Subuh Majelis Syuhada selain ibadah shalat dan sedekah.

“Terima kasih kepada pengurus Masjid Jami Al Hidayah atas perkenaannya, dan kami memohon maaf apabila ada hal yang kurang berkenan. Selain shalat Qiyamul Lail dan Subuh berjemaah, momen ini ditujukan untuk mempererat tali silaturahmi antarsesama jemaah,” pungkas Bakhtiar.(*)