SIDRAP, VOICESULSEL — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, memimpin panen raya padi di Desa Sumpang Mango, Kecamatan Dua Pitue, Sabtu (15/8/2026). Sebagaimana panen-panen sebelumnya, Bupati Syaharuddin kembali turut turun langsung mengoperasikan kendaraan pemanen (combine harvester).
Panen dihadiri Anggota DPRD Maradona, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Patahangi Nurdin, Kepala Dinas TPHPKP Ibrahim, para kepala OPD, kepala bagian Sekretariat Daerah, Camat Dua Pitue, Kepala Desa Sumpang Mango, penyuluh pertanian, serta kelompok tani setempat.
Berdasarkan laporan hasil ubinan yang dilakukan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) setempat, produktivitas padi di lokasi panen raya mencapai 10,7 ton per hektare. Bupati berharap hasil tersebut dapat menggambarkan potensi produksi di seluruh hamparan sawah Sumpang Mango.
“Tadi hasil laporan berdasarkan hasil ubinan yang dilakukan oleh BPP, Alhamdulillah dapat 10,7 ton. Nanti kita mau cek prakteknya. Mudah-mudahan semua hamparan sawah yang ada di Sumpang Mango kalau dihitung bisa 10,7 ton,” jelasnya.
Capaian itu menjadi salah satu indikator keberhasilan upaya Pemerintah Kabupaten Sidrap dalam meningkatkan produktivitas pertanian melalui penguatan dukungan bagi petani, mulai dari ketersediaan pupuk, pengelolaan air, pendampingan, hingga penerapan pertanian modern.
Syaharuddin menyampaikan, peningkatan kesejahteraan masyarakat Sidrap dilakukan dengan memperkuat sektor pekerjaan utama warga, salah satunya pertanian. Menurutnya, sebagian besar masyarakat di wilayah sentra pertanian menggantungkan hidup dari sektor padi.
“Bagaimana upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sidrap lewat pekerjaan utamanya. Di Desa Sumpang Mango ini, 96 persen masyarakatnya bekerja di sektor pertanian padi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berbagai terobosan yang dilakukan pemerintah daerah dalam satu tahun enam bulan terakhir mulai menunjukkan hasil. Dukungan terhadap petani terus diperkuat melalui kelancaran pupuk, stabilitas harga gabah, serta pengaturan kebutuhan air.
“Alhamdulillah terobosan pekerjaan kita selama 1 tahun 6 bulan ini berjalan. Pupuk lancar, harga gabah stabil, metode kebutuhan air kita atur. Pekerjaan kita di sektor pertanian dan perkebunan perlahan-lahan kita tingkatkan,” katanya.
Syaharuddin menegaskan target pemerintah daerah adalah mendorong seluruh petani Sidrap mencapai produktivitas 10 ton gabah per hektare. Dengan luas sawah sekitar 52 ribu hektare, target tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi padi Sidrap hingga 1 juta ton per tahun.
“Semua petani di Sidrap harus dapat 10 ton per hektare. Supaya sawah kita di Sidrap yang 52.000 hektare itu bisa kita panen setahun 1 juta ton,” tegasnya.
Menurutnya, optimalisasi sawah irigasi maupun nonirigasi menjadi bagian penting dalam mencapai target tersebut. Pemerintah daerah juga terus menyiapkan program lanjutan untuk tahun 2026–2027 dengan memperkuat konsep Pertanian Modern melalui program PM-AAS.
Program tersebut diarahkan untuk mengubah sistem bertanam di Sidrap melalui dukungan teknologi, pengaturan pola tanam, serta pendampingan kepada petani.
“Kita siapkan pupuk, siapkan air, siapkan pendampingan, jaga harga. Petani yang kerja maksimal di lapangan. Kalau kita kompak, Insya Allah Sumpang Mango bisa jadi contoh, Pitu Riawa bisa jadi contoh, dan Sidrap bisa tembus 1 juta ton setahun,” tutur Syaharuddin.
Selain itu, pemerintah daerah juga memberikan dukungan pengembangan pertanian di wilayah tersebut. Salah satunya melalui bantuan OPLAH nonsawah seluas 112 hektare yang telah direalisasikan pada 2025.
Kepala Desa Sumpang Mango, Jamaluddin, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Bupati Sidrap terhadap sektor pertanian di desanya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Sidrap yang selama ini selalu mendukung pertanian di Sumpang Mango,” ujarnya.
Panen raya di Sumpang Mango menjadi gambaran potensi pertanian Sidrap yang terus dikembangkan melalui kolaborasi pemerintah, penyuluh, dan petani untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.(ama).