Beranda » BALON LAMPU MELEDAK, API MELALAP DUA RUMAH DI CEMPAE

BALON LAMPU MELEDAK, API MELALAP DUA RUMAH DI CEMPAE

Bagikan

PAREPARE — Sebuah ledakan balon di dalam kamar diduga menjadi awal terjadinya kebakaran yang meludeskan dua rumah warga di kawasan Cempae, Kelurahan Watang Soreang, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, Minggu (9/8/2026) pagi.

Percikan api yang diduga muncul setelah balon meledak kemudian jatuh ke kasur. Api dengan cepat membesar dan melahap rumah panggung tersebut sebelum menjalar ke rumah di sebelahnya.

Kepala Bidang Penanggulangan dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Parepare, Fransiskus, mengatakan informasi awal yang diterima petugas mengarah pada dugaan tersebut. Namun sejauh ini masih sedang diselidiki.

“Penyebab kebakaran diduga diawali dari ledakan balon lampu dalam kamar yang menimbulkan percikan api dan jatuh ke kasur,” kata Fransiskus.

Menurutnya, api kemudian semakin cepat membesar karena material rumah yang mudah terbakar serta tiupan angin.

DUA RUMAH LUDES, TIGA LAINNYA TERDAMPAK

Kobaran api menghanguskan dua rumah beserta seluruhperabotannya. Sementara itu, tiga rumah lainnya ikut terdampak dalam peristiwa tersebut.
Kondisi permukiman yang padat membuat api berpotensi cepat merembet ke bangunan lain.

Fransiskus mengatakan petugas langsung berupaya mengisolasi titik kebakaran agar api tidak semakin meluas.

“Laporan kami terima sekitar pukul 07.20. Tim pemadam dan penyelamatan langsung turun untuk mengisolir lokasi untuk mencegah api merembes ke mana-mana, lebih kurang 15-20 menit api sudah dikendalikan,” ujarnya.

13 UNIT KENDARAAN DITERJUNKAN

Besarnya potensi penyebaran api membuat penanganan melibatkan sedikitnya 13 unit kendaraan.
Armada tersebut terdiri atas empat unit mobil pemadam dan empat unit mobil suplai, ditambah kendaraan dari PAM Tirta Karajae, BPBD Parepare serta PSC 119.

Petugas harus bekerja ekstra karena titik kebakaran berada di dalam gang dengan kondisi rumah yang berdempetan.
“Petugas sedikit kesulitan karena lokasi kebakaran berada di dalam gang dengan kepadatan rumah yang rapat,” kata Fransiskus.

TIGA KK KEHILANGAN TEMPAT TINGGAL

Camat Soreang, Andi Nurpati, mengatakan sedikitnya tiga kepala keluarga (KK) terdampak akibat kebakaran tersebut.
Pemerintah setempat kemudian menyiapkan posko sementara bagi warga terdampak.

Kebutuhan mendesak yang saat ini diperlukan meliputi makanan, pakaian dan perlengkapan tidur.

“Kami fokus ke penanganannya dulu, termasuk posko dan kebutuhannya,” kata Andi Nurpati.

KERUGIAN MASIH DIDATA

Sementara itu, nilai kerugian material akibat kebakaran belum dapat dipastikan. Kepala BPBD Parepare, Rasdi Geri, mengatakan pendataan kerugian masih dalam tahap investigasi.
Tim Rehab Rekon BPBD dijadwalkan turun melakukan validasi dan verifikasi untuk mendapatkan taksiran kerugian yang lebih akurat.

“Masih dalam tahap investigasi,” kata Rasdi.

Dengan demikian, jumlah kerugian material belum dapat dipastikan hingga proses taksasi dan verifikasi selesai dilakukan.(*)