Beranda ยป Waspada Covid Varian Baru, Vaksinasi Terus Digenjot

Waspada Covid Varian Baru, Vaksinasi Terus Digenjot

Vaksinasi di Pasar Lakessi Kota Parepare.
Bagikan

PAREPARE, voicesulsel.com — Batalyon B Pelopor Brimob Parepare kolaborasi Polres Parepare maupun Penanggung Jawab Pasar Lakessi, melaksanakan vaksinasi Covid-19 di depan Pintu Masuk Pasar Lakessi, Kota Parepare, Senin 17 Januari 2022.

Vaksinasi tersebut dipantau langsung Komandan Batalyon (Danyon) Brimob Parepare, Kompol Ramli, Kasubag Dal OPS Polres Parepare, AKP Burhanuddin, maupun Kepala Pasar Lakessi, Hamzah Tahir.

Danyon Brimob Parepare, Kompol Ramli mengatakan, giat vaksinasi ini fokus menargetkan para lanjut usia (lansia) maupun pelajar.

“Namun tidak menutup kemungkinan, untuk masyarakat umum yang memang belum divaksin, bisa kita vaksin hari ini,” jelasnya.

“Target hari ini diupayakan semaksimal mungkin 100-150 orang bisa tervaksin. Bisa saja lebih dari itu,” tambah Kompol Ramli.

Tidak hanya itu, Kompol Ramli menyebut, vaksinasi ini juga merupakan langkah-langkah dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19.

“Utamanya Omicron bisa kita hambat. Door to door juga berjalan. Kita bekerjasama dengan para tenaga kesehatan (nakes), maupun polres Parepare, setiap saat akan turun untuk mencapai target yang telah ditetapkan pemerintah,” ujarnya.

Ia pun mengimbau amsyarakat agar tetap patuh akan protokol kesehatan, meskipun kondisi saat ini melandai.

“Mari kita sadar bahwa vaksin itu benar-benar dibutuhkan untuk kita dalam hal meningkatkan imunitas, sehingga pertahanan tubuh kita dalam penyakit bisa meningkat,” imbau Kompol Ramli.

Kepala Pasar Lakessi, Hamzah Tahir mengatakan, hari ini pelaksanaan vaksinasi atas kerjasama Brimob dan Polres Parepare fokus menyasar para lansia dan pelajar.

“Ini untuk umum, ada pedagang vaksin dosis dua, pengunjung pasar, lansia juga maupun pelajar SMA. Kemungkinan informasi pelaksanaan vaksinasi ini sampai di luar, sehingga mereka (pelajar) datang ke sini,” ujarnya.

“Khusus pedagang pasar Lakessi sudah mencapai 95 persen, dari 743 pedagang,” tambah Hamzah.

Ia juga menyebut, beberapa pedagang dari belum divaksin disebabkan adanya penyakit bawaan, dan tidak dapat divaksin sesuai hasil pemeriksaan dokter.

“beberapa belum divaksin karena penyakit bawaan, saat pemeriksaan kedokteran belum bisa divaksin,” ungkapnya. (*)