VOICESULSEL — Beredar voice note atau pesan suara diduga dari suara korban IRT yang bunuh diri bersama dua anaknya di Pakkie Kabupaten Pinrang. Pesan suara berdurasi sekira 4 menit itu tersebar melalui pesan WhatsApp.
Pada voice note itu, tampak terdengar suara seorang wanita yang diduga korban bunuh diri bernama Mariyani. Ia berkali-kali memohon maaf kepada suaminya dalam bahasa Bugis karena telah membunuh dua anaknya dengan mencekoki racun.
“Saya bawa anak’ta pa ke surga, dia menunggu mu disana bersama kakak dan neneknya, kalau saya jangan’mi,” ujarnya dalam dialek bahasa Bugis.
Korban juga sempat menyinggung prihal utang-piutang kepada orang lain, agar ditangani dengan baik oleh suaminya. Termasuk adanya catatan utang-piutang yang dititipkan. “Semangat ki pak, karena masih ada anakmu dua saya titip, biar yang kecil ini supaya tidak menyusahkanmu,” katanya.
Dalam pesan suara itu, terduga korban juga telah meminum racun setelah memberikan racun kepada kedua anaknya. Korban mengaku tidak sanggup menanggung beban utang terhadap orang yang telah dijanjikan untuk dibayar.
Korban bernama Mariyani sendiri ditemukan tewas setelah bunuh diri di kamar rumahnya Pakkie Kecamatan Tiroang Kabupaten Pinrang Senin 19/9. Dua anaknya yang masih kecil juga ikut dibunuh menggunakan racun.(*)