Ramadan memang menjadi bulan yang istimewa bagi umat Islam. Dimana dalam bulan suci Ramadan, umat Islam diwajibkan untuk berpuasa dalam rangka meraih ketakwaan kepada Allah SWT.
Bahkan Rasulullah Nabi Muhammad SAW yang sudah dijamin oleh Allah SWT masuk Surga, pun masih merindukan datangnya bulan suci Ramadan.
Baca Juga : Pimpinan DPRD Parepare Resmi Ditetapkan, Kaharuddin Kadir Kembali Jabat Ketua
Sepenggal kalimat itu dirangkaikan Ketua DPRD Parepare Kaharuddin Kadir yang didaulat menjadi ‘ustadz’ pembawa ceramah pengantar buka puasa Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) DPC II Parepare di Titik Kumpul , Jalan Petta Unga Parepare, Minggu, 9 Maret 2025.
Kaharuddin menyampaikan bahwa ada tiga amalan Rasulullah Nabi Muhammad SAW di bulan suci Ramadhan yang selalu dilakukan.
“Ada perubahan perilaku dalam diri Rasulullah ketika memasuki bulan Ramadhan dan berbeda saat diluar dari bulan ramadhan. Aisyah pernah ditanya, apa yang dilakukan Rasulullah ketika bulan ramadhan?
Baca Juga : Menteri ESDM Cek Langsung Stok dan Kualitas BBM di Bau-Bau, Pertamina Siagakan Satgas Ramadan
Yang pertama Rasulullah meningkatkan intensitas shalatnya, termasuk melaksanakan seluruh shalat-shalat Sunnah, hingga pernah satu ketika betis Rasulullah bengkak karena tahajjud,” urai Kahar.
Kemudian amalan yang kedua yang dilakukan Rasulullah saat mengisi bulan Ramadan lanjut Kaharuddin adalah meningkatkan bacaan Qur’an atau Qiraatul Qur’an. Alquran kata dia merupakan mukjizat dari Allah, sebab orang yang selalu membacanya akan membuat hatinya menjadi bersih.
“Ini dua resep manusia untuk membuat hati kita selalu bersih, yaitu membaca Qur’an dan Mengingat Allah (Dzikrullah),” ujarnya.
Alquran sendiri diturunkan pada bulan suci Ramadhan, sehingga diharapkan kepada umat Islam untuk meningkatkan bacaan Qur’annya,” bebernya.
Selanjutnya amalan ketiga yang dilakukan Rasulullah di bulan Ramadhan yaitu rajin bersedekah. Bahkan di bulan ramadhan ada perintah Alquran untuk mengambil secara paksa zakat kepada orang-orang yang mampu.
“Dijaman Rasulullah kalau ada orang yang mampu berzakat, maka itu wajib dikeluarkan, kalau tidak maka dilakukan dengan paksa, sebab itu perintah Alquran,” tutur legislator partai Golkar tersebut.
Baca Juga : Buka Puasa Bersama Hiswana Migas, Wali Kota Parepare Tekankan Dukungan bagi Pelaku Usaha
Kaharuddin Kadir mengingatkan bahwa didalam harta orang-orang yang mampu, ada bagian untuk fakir miskin dan anak yatim.
“Oleh karena itu kalau kita mampu tapi tidak mengeluarkan zakat, sama halnya kita memakan hak orang lain, sebaliknya kalau ada tidak mampu, maka anda berhak menerima zakat,” imbuhnya.