MAKASSAR, voicesulsel.com — Menghadapi tahun ajaran 2022 Civitas Akademika Universitas Lamappapoleonro (UNIPOL) Soppeng telah mempersiapkan penerimaan dan penyambutan mahasiswa baru.
Rektor UNIPOL Soppeng Dr Hj Andi Adawiah SE MM mengungkapkan itu, kemarin di sela-sela acara lepas sambut Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultan Batara dari pejabat lama Prof Dr Jasruddin M.Si ke pejabat baru Drs Andi Lukman M.Si di Hotel Claro, Makassar.
Andi Adawiah menyebutkan, kampus itu menargetkan akan menerima 700 mahasiswa baru (Maba) untuk enam program studi yang dikelola selama ini, yakni Manajemen, Akuntansi, Sistem Informasi, Teknik Informatika, PGSD, dan Teknik Sipil.
“Guna mencapai target maba itu, civitas akademika akan gencar melakukan sosialisasi dan publikasi kepada para calon mahasiswa, terutama ke jenjang pendidikan SLTA di Soppeng dan sekitarnya,” kata Doktor Manajemen PPs-UMI Makassar ini.
Selain itu, lanjutnya, sosialisasi menggunakan media massa dan media sosial juga gencar dilakukan dengan mempublikasi enam program studi yang dikelola. Demikian pula komunikasi dan kerja sama dengan para alumni yang menyebar di pelosok Soppeng dan sekitarnya.
Ini juga sangat membantu, karena para alumni itu tetap bersemangat untuk membesarkan kampus almamaternya dengan mengajak keluarga dan relasi calon mahasiswa baru memilih mendaftar di UNIPOL.
“UNIPOL Soppeng sebelumnya, merupakan kampus yang berubah status dari sekolah tinggi jadi universitas,” ujar mantan Ketua STIA Al Gazali Soppeng ini.
Rektor UNIPOL itu mengatakan, peresmian jadi UNIPOL ditandai penyerahan SK Kemendikbud Ristek Nomor 297/E/0/2021 tentang Izin Pengabungan dan Perubahan Bentuk STIE Lamappapoleonro dan STIMIK Lamappapoleonro menjadi Universitas Lamappapoleonro dari Kepala LLDKTI Prof Dr Ir Jasruddin M.Si kepada Ketua Yayasan Lamappapoleonro Drs H Muslimin MM di Kampus UNIPOL, Selasa, 3 Agustus 2021.
“Pada perubahan bentuk ini, ada dua program studi baru yakni S1 PGSD dan S1 Teknik Sipil. Saat ini Ketua Yayasan Lamappapoleonro Soppeng adalah Drs H Muslimin MM,” kata magister manajemen PPs-STIA Patria Artha 2001 ini. (*)