Beranda » Tren “Perang Peluru Gel” Resahkan Warga Sulsel, Polisi Tingkatkan Patroli dan Pembinaan Remaja

Tren “Perang Peluru Gel” Resahkan Warga Sulsel, Polisi Tingkatkan Patroli dan Pembinaan Remaja

Permainan tembak-tembakan menggunakan senjata mainan berpeluru gel atau gel blaster kini menjadi sorotan di Sulawesi Selatan Permainan tembak-tembakan menggunakan senjata mainan berpeluru gel atau gel blaster kini menjadi sorotan di Sulawesi Selatan
Bagikan

MAKASSAR, VOICESULSEL — Permainan tembak-tembakan menggunakan senjata mainan berpeluru gel atau gel blaster kini menjadi sorotan di Sulawesi Selatan.

Aktivitas yang awalnya dianggap sekadar permainan di kalangan remaja itu kini berubah menjadi fenomena yang meresahkan masyarakat karena dilakukan di ruang publik dan jalan raya.

Di Kota Makassar, aksi puluhan remaja yang saling menembak menggunakan pistol gel elektrik sempat viral di media sosial.

Dalam sejumlah video yang beredar, para remaja terlihat berkejar-kejaran di tengah jalan hingga mengarahkan tembakan ke arah pengendara yang melintas. Kondisi ini membuat arus lalu lintas terganggu dan memicu ketakutan warga sekitar.

Salah seorang warga Makassar mengaku merasa tidak aman keluar rumah pada malam hari karena khawatir terkena tembakan peluru gel dari kelompok remaja yang bermain di jalanan. Warga pun meminta pemerintah dan aparat kepolisian segera menertibkan permainan tersebut.

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana menyatakan fenomena perang-perangan menggunakan senjata peluru gel merupakan bentuk baru aktivitas remaja yang mencari eksistensi kelompok.

Jika sebelumnya tawuran dan penggunaan panah busur marak, kini sebagian remaja beralih menggunakan senjata mainan jenis gel blaster.

Meski tergolong mainan, polisi menegaskan bahwa peluru gel tetap berpotensi menimbulkan bahaya, terutama jika mengenai bagian tubuh sensitif seperti mata.

Dari jarak dekat, tembakan peluru gel bisa menyebabkan luka serius bahkan berisiko kebutaan.

Fenomena serupa juga mulai muncul di sejumlah daerah lain di Sulawesi Selatan, termasuk Kota Parepare.

Aparat kepolisian setempat bahkan sempat membubarkan sekelompok remaja yang melakukan aksi tembak-tembakan menggunakan senapan peluru gel di badan jalan pada dini hari karena dianggap mengganggu ketertiban dan membahayakan pengguna jalan.

Polisi menilai jalan raya bukan tempat yang aman untuk aktivitas tersebut, apalagi jika dilakukan secara berkelompok pada malam hari.

Selain berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas, aksi itu juga dapat menimbulkan konflik antar kelompok remaja maupun keresahan masyarakat.

Di sisi lain, tren permainan ini juga diikuti meningkatnya penjualan senjata mainan gel blaster di sejumlah toko maupun pedagang jalanan.

Kondisi ini memicu kekhawatiran karena akses yang semakin mudah membuat anak-anak dan remaja lebih mudah memperoleh senjata mainan tersebut.

Pihak kepolisian kini meningkatkan patroli serta melakukan pembinaan terhadap remaja yang kedapatan bermain tembak-tembakan di ruang publik.

Orang tua juga diminta lebih aktif mengawasi aktivitas anak-anak mereka agar tidak terlibat dalam permainan berbahaya yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Fenomena ini dinilai menjadi alarm sosial bagi masyarakat. Selain penegakan aturan oleh aparat, peran keluarga dan lingkungan dinilai penting untuk mencegah tren permainan berisiko tersebut berkembang lebih luas di kalangan generasi muda. (*)