ENREKANG, VOICESULSEL – Tim SAR gabungan dari Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Sulawesi Selatan bersama Basarnas berhasil mengevakuasi seorang anak berusia 5 tahun yang tenggelam di Sungai Mamasa, Desa Tungka, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang.
Peristiwa tragis tersebut terjadi saat korban bersama orangtuanya tengah membuang sampah di tepi sungai menggunakan mobil. Nahas, mobil yang dikendarai terperosok ke dalam sungai saat mundur dan membawa korban beserta penumpang didalamnya. Beruntung, dua penumpang selamat dan berhasil keluar dari mobil. Namun bocah 5 tahun terbawa arus air bersama mobil.
Setelah menerima laporan dari warga, tim SAR gabungan segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pencarian dengan peralatan lengkap.
Komandan Pos Basarnas Enrekang, A. Salim, menjelaskan bahwa pencarian berlangsung selama tiga hari. Korban akhirnya ditemukan pada Sabtu (19/04) pukul 13.37 WITA di sekitar Jembatan Lasape, Desa Massawe, Kecamatan Duampanua Kabupaten Pinrang, sekitar 49 kilometer dari lokasi awal kejadian.
“Proses evakuasi berlangsung cukup menantang karena derasnya arus sungai dan medan yang sulit diakses. Namun berkat sinergi dan kemampuan selam yang dimiliki tim, korban berhasil ditemukan dan dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia ke rumah duka,” ungkap A. Salim.
Komandan Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Sulsel, Kompol Ramli, turut menyampaikan rasa duka cita mendalam atas insiden ini. Ia juga mengapresiasi kerja sama solid yang ditunjukkan seluruh tim SAR di lapangan.
“Kami mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Terima kasih atas dedikasi seluruh personel yang terlibat dalam operasi ini,” ujar Kompol Ramli.
Keberhasilan evakuasi ini menjadi bukti komitmen dan kesiapsiagaan Brimob serta Basarnas dalam merespons cepat situasi darurat di tengah masyarakat.