PAREPARE, VOICESULSEL — Dua orang mahasiswa diketahui tewas akibat terjebak banjir pada aliran sungai Salo Karajae. Keduanya ditemukan tewas setelah terseret arus air yang cukup deras pada Minggu,( 28/11).
Staf Kedaruratan dan logistik, BPBD Kota Parepare, Erik, turun langsung dalam evakusi dan pencarian mengatakan, sekelompok organisasi mahasiswa Korps Sukarela (KSR) IAIN Parepare yang menjalankan pendidikan dasar (diksar) terjebak banjir di Bendungan Assokkange Kelurahan Galung Maloang Bacukiki, dan dua orang ditemukan sudah tidak bernyawa. Sementara lainnya telah dirujuk ke Puskesmas Lemoe, Puskesma Lumpue, dan RSUD Andi Makkasau.
“Data sementara 27 orang (mahasiswa IAIN Parepare), terus dipastikan dua orang meninggal dunia teman dari mahasiswa, informasi terakhirnya klop. Tapi besok dikoordinasi kembali apabila koordinatornya sudah membaik,” ungkap Erik.
Lokasi kedua kata dia berada di Lappa Anging, Kelurahan Lemoe Bacukiki. Disana kata Erik, terdapat tujuh orang warga yang telah di evakuasi. Ia menerangakan, ada dua kelompok yang dievakuasi, yakni warga Cappa Galung, dan warga Kampung Mandar.
Namun masih terdapat satu orang anak atas nama Jibril (15) yang belum ditemukan. Pencarian pun mereka lakukan dengan menyusuri sungai hingga tengah malam.
Namun kondisi cuaca dan penerangan yang tidak memungkinkan sehingga pencarian dihentikan sementara, menunggu hingga esok hari, Senin 29 November 2021.
“Tadi disana ada Basarnas, Sar Brimob, dan masyarakat. Sempat kita telusuri sungai tetapi kondisi tidak memungkinkan karena hujan terus. Besok rencana titik kumpulnya di bendungan mulai jam 7.00 pagi,” terangnya.
Bagi masyarakat yang ingin mencari keluarga mereka, layanan sementara dapat menghubungi call center 112. Ia pun mengimbau, masyarakat utamanya nelayan dapat lebih berhati-hati lagi, karena cuaca yang buruk
BPBD bersama tim juga berencana akan mendirikan posko di tempat wisata diatas daerah Bacukiki bekerjasama pemerintah kecamatan setempat guna mengantisipasi kejadian serupa selama cuaca buruk berlangsung.(*)