PAREPARE, VOICESULSEL – Menjelang Hari Raya Idul Adha, Wali Kota Parepare Tasming Hamid bersama Wakil Wali Kota Hermanto turun langsung memantau kondisi harga kebutuhan pokok di Pasar Semi Modern Lakessi, Rabu (5/6/2025).
Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan harga bahan pokok tetap stabil dan tidak terjadi lonjakan yang memberatkan masyarakat.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Kepala Dinas Perdagangan Kota Parepare.
Wali Kota Tasming Hamid menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah kota dalam menjaga kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok jelang hari besar keagamaan.
“Kami pantau harga kebutuhan pokok. Kita ingin memastikan tidak ada lonjakan harga jelang Lebaran Idul Adha,” ujar Tasming Hamid.
Tasming juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Parepare melalui Dinas Perdagangan terus berupaya menekan potensi inflasi dengan berbagai program strategis, seperti pasar murah dan Pasar Tani. Kegiatan ini rutin digelar sebagai langkah konkret pemerintah untuk memberikan solusi langsung kepada masyarakat.
“Intinya kami pemerintah kota akan selalu hadir di tengah masyarakat. Pasar murah dan Pasar Tani yang kami lakukan sebagai bentuk perhatian kami kepada masyarakat,” tutur Tasming Hamid.
Kegiatan pemantauan ini mendapat respons positif dari pedagang dan pengunjung pasar. Mereka berharap upaya pemerintah ini terus dilakukan, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan, agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
Sementara Wakil Wali Kota Parepare, Hermanto mengatakan bahwa langkah cepat dan responsif dari Pemerintah Kota Parepare ini menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga stabilitas ekonomi lokal, sekaligus menjamin kenyamanan dan kesejahteraan warga menjelang perayaan Idul Adha. (*)
[5/6, 14.21] Anju: 1.084 Pegawai Honorer Terima Bantuan Baznas Sidrap
SIDRAP, VoiceSulsel–Sebanyak 1.084 pegawai honorer di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menerima bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sidrap. Penyerahan dilakukan langsung oleh Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif di Lapangan Kompleks SKPD, Kamis (5/6/2025).
Bantuan hasil pengumpulan zakat, infak, dan sedekah dari para Aparatur Sipil Negara (ASN) di daerah ini disalurkan kepada para tenaga honorer yang selama ini bertugas di lapangan. Mereka berasal dari berbagai instansi, antara lain Dinas PSDA, Perhubungan, Lingkungan Hidup, BPBD, Dinas Sosial, hingga petugas kebersihan dan Satpol PP.
Syaharuddin didampingi Wakil Bupati Nurkanaah, Penjabat Sekretaris Daerah Andi Rahmat Saleh, Ketua Baznas Sidrap Mustari Sede, dan Plt Kabag Kesra Andi Ahminarni, saat menyerahkan bantuan.
Turut hadir, Kadis PSDA Andi Safari, Kadis Dukcapil Andi Patahangi, Kadis Biciptapera Abdul Arsyid, Kepala Pelaksana BPBD Sudarmin, Kadis Lingkungan Hidup Muhammad Yusuf, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Syaharuddin menyampaikan apresiasi kepada Baznas Sidrap atas inisiatif dan konsistensinya dalam menyalurkan bantuan kepada mereka yang membutuhkan,
“Khususnya para pegawai honorer yang selama ini menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan.” ujar Syaharuddin.
Di kesempatan itu, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak termasuk para honorer yang mendukung berbagai pencapaian selama 100 hari masa kerjanya sebagai bupati.
“Kini kita mulai melihat perubahan. Sampah makin teratur, penerangan jalan sudah terasa di perbatasan, dan pelayanan administrasi kependudukan lebih cepat. Semua ini berkat kerja keras bersama,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Baznas Sidrap, H. Mustari, menyebut penyerahan bantuan tahun ini terasa lebih bermakna karena dilakukan secara terbuka.
“Sejak Baznas berdiri tahun 2018, baru kali ini penyerahan bantuan dilakukan langsung di lapangan, atas arahan Pak Bupati. Ini menunjukkan perhatian pemerintah yang luar biasa,” katanya.
Ia merinci, penerima bantuan terbanyak berasal dari Dinas Lingkungan Hidup (303 orang), PSDA (301 orang), dan Satpol PP-Damkar (240 orang). Selain itu, Cleaning Service (28 orang), Dinas Sosial (18), Dinas Perhubungan (66), Bina Marga Cipta Karya (16), Disdukcapil (45), dan BPBD (14 orang).
“Totalnya 1.084 orang. Dana ini bersumber dari zakat ASN yang dipotong dan dikelola oleh Baznas. Semoga dukungan dari pemerintah terus meningkat agar lebih banyak yang bisa kita bantu,” tutup Mustari.(ama)