PAREPARE, VOICESULSE — PSM Makassar menatap laga berat namun tetap penuh optimisme saat menjamu Madura United pada pekan ke-11 Super League 2025/2026.
Pertandingan akan berlangsung di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Minggu (2/11/2025) sore.
Meski bermain di kandang sendiri, tim berjuluk Juku Eja itu harus kehilangan dua figur utama.
Kapten tim Yuran Fernandes masih menjalani sanksi larangan bermain empat laga, dan laga ini menjadi pertandingan terakhir yang harus ia lewatkan. Sementara itu, pelatih baru Tomas Trucha belum bisa turun langsung di sisi lapangan karena urusan administratif yang belum tuntas.
“Belum bisa dampingi PSM Makassar lawan Madura United,” ujar Media Officer PSM, Sulaiman Abdul Karim, Kamis (30/10/2025).
Kendati demikian, skuad PSM tak ingin larut dalam kesulitan.
Dalam beberapa laga sebelumnya, Akbar Tanjung dan rekan-rekan sudah terbiasa tampil tanpa sang kapten maupun pelatih kepala. Karena itu, mereka tetap percaya diri menghadapi Madura United.
Selain itu, semangat baru muncul sejak hadirnya pelatih asal Republik Ceko, Tomas Trucha.
Ia datang membawa filosofi permainan yang berbeda dari pendahulunya, Bernardo Tavares.
Dalam konferensi pers perkenalannya, Trucha menjelaskan bahwa dirinya ingin membangun PSM dengan karakter permainan dominan dan agresif.
“Saya tidak suka tim yang menunggu. Saya ingin PSM aktif mengontrol bola sebanyak mungkin.
Jika lawan kehilangan penguasaan bola, mereka akan kesulitan menciptakan peluang,” tegas pelatih berusia 54 tahun itu.
Trucha juga menekankan pentingnya pressing tinggi dan organisasi permainan yang solid.
Ia menginginkan para pemain bekerja keras untuk segera merebut bola kembali saat kehilangan penguasaan.
“Saya mau tim ini menekan lawan sejak awal, terorganisasi dalam bertahan maupun menyerang, serta lebih banyak menciptakan peluang dan gol,” tandasnya.
Dengan semangat baru dan gaya bermain menyerang, PSM Makassar bertekad mengamankan tiga poin di Parepare.
Dukungan suporter di Stadion Gelora BJ Habibie diharapkan mampu menjadi energi tambahan untuk mengatasi absennya dua sosok penting tersebut.