VOICE SULSEL — BPS Parepare mencatat Inflasi kota Parepare mencapai 6,66 persen tahun 2022. Angka ini naik dari tahun 2021 lalu sebesar 4,09 persen. Sesuai data yang diterima dari BPS Parepare, inflasi Parepare tahun ini meningkat karena adanya harga beberapa komoditas yang naik yang menjadi penyumbang inflasi seperti tarif air PAM, bahan bakar minyak, biaya masuk sekolah atau perguruan tinggi serta makanan pokok.
Tarif air PAM menjadi penyumbang terbesar inflasi tahun ini di Parepare, disusul BBM, bahan makanan serta biaya pendidikan.
Sebelumnya, Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Provinsi Sulsel, Supendi mengatakan, berdasarkan Perbandingan Inflasi year on year tahun 2022, ada 3 daerah di Sulsel yang mengalami inflasi cukup tinggi dibandingkan nasional.
“Terdapat 3 kota inflasi di Sulsel yang tercatat mengalami inflasi lebih tinggi dibandingkan nasional. Sehingga menyebabkan inflasi gabungan Sulsel lebih tinggi dibandingkan nasional,” ujar Supendi, saat konferensi pers, kinerja APBN regional Sulsel periode 31 Desember 2022, di Strada Cafe & Resto, Kamis 26 Januari 2023.
Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sulsel ini, mengatakan inflasi tertinggi terjadi di Kota Parepare sebesar 6,66 Persen, Makassar, 5,81 persen, dan Watampone sebesar 5,52 persen.
“Inflasi tertinggi di kota Parepare sedangkan terendah di Kota Bulukumba. Inflasi tahunan pada Kota Watampone, Palopo dan Bulukumba paling besar disumbang oleh kelompok Makanan Minuman dan Tembakau,” katanya
“Sementara inflasi di Kota Makassar disumbang oleh kelompok Transportasi. Adapun kontributor terbesar terhadap inflasi Kota Parepare adalah tarif air minum PAM,” lanjutnya
Meski demikian, Supendi mengatakan tren inflasi bulanan Sulsel selama tahun 2022 lebih fluktuatif dibandingkan tren tahun 2021.(*)