VOICE, PAREPARE — Air PAM Tirta Karajae di sekitar Jalan Bukit Indah Kecamatan Soreang tidak mengalir. Kondisi ini menyebabkan warga sekitar kesulitan air. Apalagi diwilayah ini sebagian besar mengandalkan air PAM sebagai penyuplai kebutuhan air sehari-hari karena berada di daerah ketinggian.
Salah satu warga bernama ibu Erni mengeluh air PAM dirumahnya belum mengalir hingga nyaris 24 jam lamanya. “Baru kali ini setelah bertahun-tahun terjadi lagi kemacetan air PAM. Sudah sejak kemarin siang hingga pagi ini belum mengalir,” katanya kepada voice sulsel, Kamis 2 November.
Terpaksa kata dia, warga harus mengandalkan sumur yang berjarak sekitar 300 meter dari rumahnya. “Beruntung disini ada sumur yang tidak jauh, tapi harus kuat tenaga untuk mengangkat air dari bawah,” jelasnya. “Pihak PAM Tirta Karajae juga tidak memberitahukan kepada kita kalau akan adanya kemacetan air,” imbuhnya.
Dihubungi pihak manajemen PAM Tirta Karajae belum memberikan keterangan terkait hal tersebut. Direktur PAM Tirta Karajae Parepare, Firdaus Djollong belum menjawab panggilan.
Sementara pihak pelayanan PAM Tirta Karajae mengaku kemacetan air diakibatkan oleh pemadaman listrik bergilir. Hal itu kata dia berdampak pada banyaknya pipa air yang pecah. “Jadi ini banyak pengaduan yang masuk, kondisi pipa pecah akibat dari pemadaman listrik,” kata seorang operator PAM yang dihubungi
Menurutnya, listrik yang padam kemudian hidup menyebabkan tekanan air meningkat secara tiba-tiba yang dapat menjebol pipa air. “Sehingga itulah kemudian terjadi kemacetan air karena adanya pipa bocor,” bebernya.
Sementara warga lain, M. Ridwan menyoal pelayanan PAM Tirta Karajae. Kata dia, manajemen PAM Tirta Karajae sebelumnya menjamin kalau ketersediaan air bagi warga akan dijamin mengantisipasi musim kemarau. “Namun faktanya tidak demikian, kami hanya rutin membayar tarif air,” jelasnya.
Kenaikan tarif air sambungnya dia juga terasa lebih berat dibandingkan pada 2-3 tahun lalu. “Tarif air ini sudah sangat terasa, nyaris menyamai tarif listrik, tapi pelayanan tidak sebanding dengan harga, belum lagi air PAM yang keruh” imbuhnya.(ak)