Beranda » Sosialisasi di Bacukiki, MZ Komitmen Pembangunan Adil dan Merata

Sosialisasi di Bacukiki, MZ Komitmen Pembangunan Adil dan Merata

Bagikan

PAREPARE, voicesulsel.com — Melanjutkan sosialisasi dalam rangka mengikuti Pemilihan Kepala Daerah Kota Parepare, Ir Muhammad Zaini menyentuh masyarakat pedalaman di Kecamatan Bacukiki, Kamis 15 Agustus 2024.

Dua titik yang didatangi, yakni Mangngimpuru dan Lappa Angin, bakal calon walikota dari partai Gerindra dan PKB itu disambut antusias warga yang rata-rata hidup dari bertani dan berkebun.

Pada sesi dialog, warga mengungkap harapannya untuk peningkatan kesejahteraan dan akses layanan khususnya di wilayah-wilayah terpencil.

Di Mangngimpuru misalnya, warga mengharapkan pembenaran sejumlah infrastruktur jalan dan fasilitas umum yang rusak dan tidak mendapat perhatian.

“Harapan kami sebagai warga yang tinggal di daerah terpencil ingin dirangkul dan mendapat perhatian pemerintah, sebab banyak fasilitas umum di wilayah ini seperti masjid dan jalan sudah rusak, termasuk lampu penerangan jalan yang belum ada,” kata Rasna.

Hal yang sama juga disampaikan warga Lappa Angin Kecamatan Bacukiki. Sejumlah aspirasi mereka seperti madrasah ibtidaiyah yang menjadi tempat pendidikan bagi anak-anak disana perlu mendapat perhatian disebabkan sejumlah sarananya yang rusak

“Sekolah kami Madrasah Ibtidaiyah sudah berjalan 12 tahun tapi atap dan lantainya sudah tidak layak, padahal ada generasi di Lappa Angin juga ingin belajar dan membentuk generasi berakhlak qarima, semoga bisa dibantu,” ungkap Surianti.

Seorang tokoh masyarakat setempat, P. Rakib juga menyebut jalan yang pernah dirintisnya di wilayah itu saat menjadi Danramil tidak pernah mendapat perhatian pemerintah.

Sosialisasi bakal calon walikota Parepare Ir Muhammad Zaini di Lappa Angin Bacukiki

“Dulu waktu masih jamannya pak TP pernah dijanji, tapi tidak pernah direalisasikan,” ujarnya.

Sementara warga lainnya, Ana menyampaikan bahwa di Lappa Angin anak-anak ke sekolah harus berjalan kaki sejauh ±3 km sebab tidak ada sarana transportasi publik. “Dulu kami pernah dijanji untuk angkutan siswa, tapi sampai sekarang tidak ada,” katanya.

Ia juga meminta perhatian pemerintah kepada tenaga sukarela yang bekerja di rumah sakit pemerintah selama puluhan tahun, tapi belum mendapatkan kejelasan status, untuk diangkat sebagai pegawai tetap.

Mendengar keluhan dan harapan warga, MZ mengaku merasa miris dengan kondisi yang timpang.

“Miris mendengar keluhan warga, sehingga memang harus mengedepankan pemerataan antara pembangunan kota dan pinggiran, Insyaallah akan kita berikan porsinya tersendiri karena ini merupakan satu kesatuan,” kata MZ.

Ia juga menyampaikan akan mengedepankan pembangunan skala prioritas dan beresiko. “Ada kebutuhan masyarakat yang bisa beresiko, makanya nanti kita buat perencanaan sesuai skala prioritas sesuai kebutuhan kita,” jelasnya.

Sementara sejumlah permintaan warga seperti kursi, sarana olahraga, dan perbaikan mesjid, MZ memerintahkan timnya untuk segera meninjau langsung.

“Kalau untuk bantuan seperti itu, jangan meki tungguka jadi walikota, kalau urusan ibadah saya selalu siap,” tegas MZ.(Fs)