PAREPARE, voicesulsel.com — Salah seorang pelajar SMP Negeri 2 Kota Parepare, Muhammad Sahar (15) dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Makkasau Parepare karena mengalami gejala kelumpuhan.
Muhammad Sahar mampu mengerakkan kakinya, namun tidak dapat berdiri selayaknya anak-anak seusianya. Ia diduga alami gejala tersebut usai menjalani vaksinasi Covid-19 pada bulan Desember 2021.
Ahli Saraf RSUD Andi Makkasau Parepare, dr HM Yusuf Sp.S mengatakan, ini anak 15 tahun datang di UGD dengan keluhan lemah kedua kakinya, terjadinya progresif.
“Ada riwayat vaksin bulan Desember, itu tidak berefek ke penyakit anak ini. Jadi, Kemungkinan karena ada kelemahan kedua tungkai yang standarnya itu lima tapi sekarang kelemahannya empat,” ujarnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, usai diperiksa memang ada gangguan rangsangan dari saraf tulang punggung nomor empat. Sehingga tungkainya itu tidak maksimal untuk bergerak.
Kalau akibat terjadinya proses reaksi vaksin, kata dr Yusuf, dari bagian saraf kemungkinan bisa timbul kelemahan yang progresif memberat seluruh tubuh. Seperti penyakit sindrom guillain Barre yang terjadi dua atau tiga Minggu setelah suntikan.
“Bukan hanya suntikan vaksin. Suntikan apa saja bisa timbulkan reaksi imunologi itu. Tapi, ini kelemahannya hanya tungkai bawah. Jadi, saya kira ini bukan efek langsung dari vaksin,” jelasnya.
Selain itu, ia juga mengungkapkan, terjadinya tulang nyeri nomor empat yang menyebabkan penyempitan saraf, kemungkinan belakangan ini anak (Sahar) pernah melakukan aktivitas bermain Bulu tangkis.
“Nyeri Punggung bawah bisa diakibatkan oleh posisi yang salah, benturan, trauma, olahraga yang salah bisa timbulkan benturan di tulang belakang,” ungkapnya.
Olehnya itu, untuk mengetahui penyebab pastinya, pihaknya akan dilakukan pemeriksaan foto Rontgen. Bila perlu dilakukan juga pemeriksaan saraf tepi Electromyography / Electromyogram atau Elektromiografi (EMG).
“Apabila masih belum jelas kita lakukan pemeriksaan Magnetic resonance imaging (MRI). Semoga penempatannya tidak begitu banyak dan bisa pulih dengan fisioterapi,” harapnya.
Terpisah, Lurah Watang Soreang, Hariyadi mengatakan, dari informasi yang ia terima, jauh sebelum menjalani vaksinasi, Sahar biasanya kalau ke masjid dan dia biasa jatuh begitu saja. Begitupun saat sedang bermain.
“Diduga memang lemah fisik, tapi saya tidak bisa pastikan itu fisik lemah atau vaksin. Jadi dari pihak kesehatan akan lakukan pemeriksaan di RS apa penyebabnya dia tidak bisa berjalan meskipun bisa digerakkan kakinya,” tandasnya. (nan)