Sinyal Tinggalkan Jokowi, Projo Tegak Lurus ke Prabowo

Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi menyampaikan sambutannya pada kongres ke III organisasi relawan Projo di Jakarta
Bagikan

JAKARTA, VOICESULSEL — Organisasi relawan pendukung Presiden ke-7 Joko Widodo, Projo, resmi menggelar Kongres III di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (1/11/2025). Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus pusat serta perwakilan daerah dari seluruh Indonesia.

Menariknya, Joko Widodo (Jokowi) selaku tokoh yang selama ini identik dengan Projo, tidak hadir langsung. Ia hanya menyampaikan video ucapan selamat kepada peserta kongres dengan alasan kesehatan.

Kongres kali ini menjadi momen penting bagi organisasi tersebut karena selain memilih Ketua Umum dan struktur organisasi periode 2025–2030, juga membahas arah baru gerakan politik Projo pasca-era Jokowi.

Projo Mendukung Pemerintahan Prabowo Gibran

Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, dalam sambutannya menegaskan bahwa Projo akan bertransformasi dan mendukung agenda politik pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Projo bukanlah singkatan dari Pro Jokowi. Projo itu berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti negeri, dan dalam bahasa Kawi berarti rakyat. Kaum Projo adalah mereka yang mencintai negara dan rakyat,” ujar Budi Arie.

Ia juga menepis anggapan bahwa nama Projo merupakan kepanjangan dari Pro Jokowi. Menurutnya, istilah itu hanya muncul karena kebiasaan media yang lebih mudah melafalkan “Projo” sebagai singkatan.

“Memang tidak ada singkatannya. Cuma teman-teman media yang menyebut Projo itu Pro Jokowi karena lebih mudah diucapkan,” katanya.

Lebih jauh, Budi mengumumkan bahwa logo Projo akan diubah dari gambar siluet Jokowi. Disebut bahwa logo Projo nantinya berubah menjadi lebah bermata kuning. Simbol ini melambangkan kerja keras, gotong royong, dan kemandirian.

“Perubahan logo ini agar Projo tidak terkesan mengkultuskan seseorang. Ini bagian dari transformasi organisasi untuk menyesuaikan arah perjuangan,” jelas Budi.

Dalam kesempatan itu, Budi juga menyinggung kemungkinan dirinya akan bergabung ke partai politik.

“Jadi mohon izin, kalau suatu saat saya berpartai, teman-teman Projo bisa memahami ya. Nggak usah ditanya lagi partainya apa. Karena saya mungkin satu-satunya orang yang diminta langsung oleh presiden dalam sebuah forum,” ungkapnya, disambut riuh tepuk tangan peserta.

Pernyataan Budi Arie ini memunculkan sinyal kuat bahwa Projo mulai meninggalkan Jokowi dan mengarahkan dukungan kepada Presiden Prabowo Subianto. Isyarat itu semakin menguat dengan hadirnya Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, dalam acara kongres tersebut.