PAREPARE, VOICESULSEL — Masjid Terapung Bj Habibie Kota Parepare menjadi pusat pelaksanaan shalat Idul Fitri 1443 Hijriah. Masjid yang masih dalam tahap pengerjaan ini digunakan untuk shalat Ied pada Senin, 2 Mei kemarin.
Wali Kota Parepare Taufan Pawe sebelumnya mengatakan akan menempati masjid yang menelan anggaran Rp 42 miliar itu untuk shalat Ied. Walau pembangunan masjid masih dalam tahap pengerjaan. Beberapa bangunan masjid terutama diarea luar sementara dalam proses pengerjaan.

Itu terlihat pada bagian menara dan ornamen lainnya yang belum selesai.
Menurut Wali Kota, beberapa ornamen masjid didatangkan dari luar negeri, seperti Irak. Hal itu dikatakan Tautan Pawe saat membacakan sambutan pada pelaksanaan shalat Ied kemarin.
Taufan Pawe juga mengatakan masih akan menambah pembangunan masjid terutama pada samping masjid dengan membangun taman bermain anak-anak. Hal itu untuk menjadikan masjid sebagai ikon wisata religi untuk masyarakat.
Antusiasme masyarakat untuk melaksanakan shalat Ied di masjid terapung tersebut sangat nampak. Ratusan kendaraan berjejal memadati areal sekitar masjid. Jamaah shalat Ied bahkan meluber hingga memenuhi pelataran jalan Mattirotasi.
Seorang warga dari Lari Anyarenge Kelurahan Galun Maloang Kota Parepare datang kesana untuk melaksanakan shalat Ied bersama keluarga. Ia mengaku terkesan akan pembangunan masjid terapung sebagai ikon baru kota Parepare.
Tidak hanya itu, warga juga menyempatkan berfoto seusai melakukan shalat Ied disana. Dengan latar belakang masjid terapung Bj Habibie, para jamaah shalat Ied mengabadikan foto bersama keluarga mereka seusai melakukan shalat Ied.