BARRU, VOICESULSEL — Momentum peringatan Hari Jadi ke-66 Kabupaten Barru menjadi istimewa bagi Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari. Pasalnya, peringatan tersebut bertepatan dengan satu tahun pelantikannya bersama Wakil Bupati Abustan A. Bintang dalam memimpin Barru.
“Hari ini tepat satu tahun pelantikan kami, tepat pula sebagai Hari Jadi Barru,” ucap Andi Ina.
Pada momen tersebut, Andi Ina berbagi pengalaman selama memimpin daerah, mulai dari tantangan, peluang, hingga sejumlah capaian pembangunan yang dinilai menjadi fondasi awal kemajuan daerah.
Ia menegaskan, tahun pertama kepemimpinan menjadi fase penting dalam meletakkan dasar pembangunan berkelanjutan.
Berbagai capaian disebut berhasil ditorehkan, mencakup penguatan infrastruktur, perbaikan indikator sosial, peningkatan sektor produktif, hingga penguatan tata kelola pemerintahan.
Infrastruktur dan Penguatan Ekonomi Daerah
Pemerintah Kabupaten Barru berhasil mengamankan Dana Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah sebesar Rp50 miliar untuk peningkatan kualitas infrastruktur jalan yang menjadi penopang aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain itu, peningkatan jalan kewenangan kabupaten sepanjang 15 kilometer pada delapan ruas jalan juga terealisasi dengan anggaran sekitar Rp21 miliar. Program tersebut dinilai memperkuat konektivitas wilayah serta memperlancar distribusi barang dan jasa.
Penguatan Kelembagaan Ekonomi Rakyat
Barru mencatat sejarah sebagai kabupaten pertama di Sulawesi Selatan yang melantik Pengurus Koperasi Merah Putih di 55 desa dan kelurahan. Langkah ini menjadi fondasi penguatan ekonomi kerakyatan berbasis desa.
Dukungan terhadap program prioritas nasional juga diwujudkan melalui realisasi Kampung Nelayan Merah Putih dan Sekolah Rakyat guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir serta memperluas akses pendidikan.
Optimalisasi Dukungan Pemerintah Pusat
Melalui strategi jemput bola, pemerintah daerah berhasil menarik dana transfer pusat sebesar Rp400 miliar Dana Transfer Umum serta Rp300 miliar dari Program Sekolah Rakyat. Tambahan fiskal tersebut memperkuat pembiayaan program pembangunan daerah.
Perbaikan Indikator Sosial dan Ketenagakerjaan
Angka kemiskinan di Barru menunjukkan tren penurunan dari 8,31 persen pada 2024 menjadi 8,00 persen pada Semester I 2025. Tingkat pengangguran terbuka juga turun signifikan dari 6,42 persen menjadi 5,07 persen.
Penurunan tersebut dipengaruhi oleh penerimaan sekitar 2.000 pegawai PPPK serta penyerapan tenaga kerja melalui berbagai program pemberdayaan.
Kinerja Sektor Produktif: Perikanan dan Pertanian
Di sektor perikanan, produksi tangkap dan budidaya melampaui target dengan realisasi 27.410,47 ton dari target 27.388,30 ton pada 2025.
Sementara sektor pertanian mencatat produksi padi sebesar 139.484 ton Gabah Kering Giling (GKG), meningkat 21,81 persen dibandingkan tahun sebelumnya sekaligus melampaui target nasional. Dengan luas sawah 15.703 hektare, realisasi luas tanam mencapai 36.084 hektare, lebih tinggi dari target nasional 31.042 hektare.
Peningkatan Pelayanan Publik dan Tata Kelola
Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) meningkat dari 82,98 pada 2024 menjadi 86,31 pada 2025 dengan kategori baik. Capaian tersebut mencerminkan peningkatan kualitas layanan publik di lingkungan pemerintah daerah.
Di tingkat nasional, Barru meraih PENAIS Award 2025 dari Kementerian Agama Republik Indonesia atas komitmen dalam mendukung program penyuluh agama melalui APBD.
Pada Januari 2026, Barru juga menerima UHC Awards 2026 kategori Madya sebagai pengakuan atas keberhasilan menjamin cakupan kesehatan semesta bagi masyarakat melalui perluasan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional.
Andi Ina menegaskan, capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus memperkuat kolaborasi dan mempercepat pembangunan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
“Fondasi sudah kita bangun bersama. Ke depan, kerja nyata dan kolaborasi akan terus diperkuat agar Barru semakin maju dan masyarakatnya merasakan manfaat pembangunan,” tutupnya.(*)