Beranda ยป Serunya Berakhir Pekan Ditempat Ini, Sampai Ketagihan dan Tak Ingin Pulang

Serunya Berakhir Pekan Ditempat Ini, Sampai Ketagihan dan Tak Ingin Pulang

Kawasan sungai Embung Marilaleng menjadi daya tarik tersendiri bagi traveler penghobi wisata sungai
Bagikan

PAREPARE, VOICE SULSEL — Liburan merupakan alternatif pengobatan jiwa dikala sumpek. Apalagi pada masa pandemi Covid-19, hampir seluruh kegiatan wisata dibatasi hingga membuat sebagian warga menjadi jenuh berujung stres.

Namun siapa sangka, salah satu tempat wisata bagi warga kota Parepare bisa menjadi pilihan. Lokasi wisata sungai ini berada 7 km dari pusat kota Parepare. Disana, pengunjung akan disuguhi pemandangan pegunungan dan sungai serta bendungan yang membentang.

Spot wisata Embun Marilaleng itu terletak di Kecamatan Bacukiki. Tempat ini merupakan area wisata sungai yang tak kala indah. Meski tempat ini belum dikelola secara profesional, namun dapat menjadi penawar bagi traveler yang hobi dengan sungai. Disana juga disediakan Gasebo untuk tempat berteduh.

Salah seorang pengunjung yang datang mengaku betah berlama-lama di sungai mengalir ditempat itu. Pasalnya, airnya yang jernih dan teduh dibawah rindang pepohonan yang bikin ketagihan. Ikan-ikan kecil bahkan bersahabat menemani kala berendam.

“Rasanya saya mau berlama-lama disini, cukup adem dan tak mau pulang,” sahut Sandi, saat ditemui disana Sabtu 12 Maret.

Sandi berfoto bersama karibnya menikmati suasana wisata alam embung marilaleng

Pria penghobi automotif itu mengaku, aliran sungai pada kawasan Embung Marilaleng cukup sejuk dan cocok sebagai terapi hati dan pikiran saat lagi suntuk. “Cocok sekali sebagai obat terapi hati dan pikiran, apalagi saat suntuk,” paparnya.

Pengunjung lainnya, Yuko juga mengakui keindahan alam Embung Marilaleng. Yuko yang datang bersama ayahnya tampak larut menikmati sungai sambil bermain kejar-kejaran dengan ikan-ikan kecil dibawa aliran air. “Sebentarpi pulang bapa, sore’pi,” ujar Yuko membujuk.

Para pengunjung yang datang sekedar mandi sambil membawa bekal untuk dimakan. Ikan, jagung dan lainnya diolah ditemani seduh kopi teh untuk dinikmati bersama di sungai.

(Awaluddin)