PAREPARE VOICE SULSEL — Pemerintah Kota Parepare kembali menyerahkan insentif RT RW, Imam Mesjid, Pegawai Syara dan Babinsa serta Bhabinkamtibmas se-kota Parepare, Senin 10 Juli 2023. Di Kecamatan Ujung, Wali Kota didampingi Ketua TP PKK Kota Parepare Erna Rasyid Taufan bersama Kepala OPD dan forkopimda kecamatan.
Camat Ujung Ardiansyah melaporkan programnya dalam rapat kerja tersebut. “Rapat koordinasi dirangkai dengan penyerahan insentif RT RW, imam mesjid, pegawai syara, Babinkamtibmas dan Babinsa,” katanya.

Ardiansyah menyebut rapat digelar setiap tiga bulan untuk menjalin silaturahmi agar jajaran pemerintahan tetap solid. Ia juga menyampaikan program kecamatan yang telah berjalan seperti, Safari Ramadhan, Lomba Kelurahan tingkat kecamatan dan tingkat kota dimana kelurahan Labukkang berhasil meraih predikat kedua kedua pada penilaian kelurahan tingkat provinsi serta pelaksanaan alokasi dana kelurahan 2023 melalui program pemberdayaan masyarakat
Selain hal itu, rakor tersebut menjadi wadah informasi pembangunan bagi masyarakat kota Parepare. Sebanyak 112 RT, 43 RW, 7 imam kelurahan, 40 imam mesjid, 188 pegawai syara dan 10 Babinsa dan bhabinkamtibmas.
“Kami ucapakan apresiasi kepada Wali Kota Parepare, semoga beliau bersama keluarga diberi kesehatan dalam pengabdiannya untuk masyarakat Parepare dan Insyaallah untuk masyarakat Sulsel kedepan,” terangnya.
Taufan pada kesempatan tersebut memberi sanjungan kepada jajaran RTRW. Kata TP kesejahteraan RT RW harus diperhatikan karena mereka adalah duta pemerintah daerah. “RT RW ini duta pemerintah daerah. Bertemu dengan mereka rasanya kita sudah bertemu dengan masyarakat secara keseluruhan,” katanya.
Kata dia, Insentif RT RW saat ini cukup memadai sebagai wujud komitmen dirinya untuk kesejahteraan RT RW. “Ini Komitmen saya, dan ini bukan janji politik,” tegasnya.
Lebih lanjut, Taufan juga menyinggung penanganan stunting di Parepare. Meski kata dia angka penderita stunting di Parepare turun, namun masyarakat wajib mendapatkan edukasi akan penanganan dan pencegahan stunting. “Jangan dilihat stunting ini hanya tanggung jawab posyandu, tetapi bagaimana generasi millenial kita mempersiapkan diri menciptakan generasi yang tangguh,” jelasnya.(fs)