PINRANG, VOICESULSEL – Malam yang sempat diselimuti kekhawatiran berubah menjadi perayaan semangat sportivitas di Jl. Bintang, Kelurahan Maccorawalie, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang. Setelah sempat tertunda akibat isu dugaan perjudian, event Tiba-Tiba Ramadhan Run Race Pinrang akhirnya sukses digelar pada Kamis (27/3) malam dengan pengamanan ketat dari Polres Pinrang.
Kapolres Pinrang AKBP Andiko Wicaksono, S.I.K., turun langsung bersama sejumlah pejabat utama dan perwira lainnya untuk memastikan kelancaran acara yang dihadiri sekitar 500 penonton. Ketua panitia, Agung Susanto, tampak lega melihat ratusan peserta kembali berlari di lintasan, membuktikan bahwa event ini memang murni ajang olahraga, bukan arena spekulasi liar.
Sebanyak 72 peserta dari tiga kategori—pelajar (10 race), wanita (6 race), dan umum (10 race)—berlomba dengan penuh semangat. Mereka tidak hanya bertarung melawan waktu, tetapi juga melawan stigma yang sempat mengancam terselenggaranya acara ini. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk sponsor lokal seperti HKS Car Rental dan TOMC Studio, turut menghidupkan kembali harapan akan sebuah kompetisi yang adil dan positif di bulan suci Ramadhan.
Dalam sambutannya, Kapolres Pinrang menegaskan bahwa acara ini harus menjadi simbol persatuan dan sportivitas, bukan ajang eksploitasi atau perjudian. “Kami memastikan bahwa tidak ada ruang bagi praktik ilegal dalam event ini. Mari kita jadikan Ramadhan Run Race sebagai momentum untuk mempererat kebersamaan dalam semangat olahraga,” tegasnya.
Dimulai pukul 22.30 Wita dan berakhir tepat pukul 00.00 Wita, event ini berlangsung aman dan lancar. Berkat pengamanan yang sigap dari Polres Pinrang, kekhawatiran yang sempat menyelimuti panitia dan peserta akhirnya tergantikan oleh rasa bangga dan haru.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa olahraga dapat menyatukan, bukan memecah belah. Polres Pinrang berkomitmen untuk terus mengawal kegiatan serupa, memastikan bahwa setiap event diadakan dengan semangat sportivitas yang sesungguhnya. Sementara itu, masyarakat pun diimbau untuk tetap menjaga ketertiban dan menjunjung tinggi nilai-nilai fair play dalam setiap kompetisi.
Malam itu, di bawah sorotan lampu jalanan Pinrang, kemenangan bukan hanya milik para juara lomba, tetapi juga milik semua yang percaya bahwa olahraga adalah tentang perjuangan dan kebersamaan, bukan tentang kontroversi.