Semangat Baru di PWI Parepare: Abdul Razak Arsyad Kembalikan Formulir dengan Visi Inklusif dan Profesional

Bagikan

PAREPARE, VOICESULSEL — Suasana hangat dan penuh semangat optimisme menyelimuti proses pengembalian formulir calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Parepare. Momentum ini tidak sekadar menjadi bagian dari tahapan organisasi, melainkan juga menjadi ajang pembuktian komitmen para kandidat terhadap masa depan dunia jurnalistik yang lebih maju dan bermartabat.

Salah satu tokoh yang menjadi sorotan adalah Abdul Razak Arsyad. Didampingi oleh rekannya, Effendi, ia secara resmi mengembalikan formulir pencalonan dan diterima langsung oleh Ketua Panitia Awalludin, Ketua Steering Committee Dulkin, serta Koordinator PWI Sulsel, A. Mulyadi. Kehadiran mereka disambut antusias oleh panitia dan rekan-rekan sejawat.

Dalam sambutannya, Abdul Razak menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas dukungan yang terus mengalir. Ia menekankan bahwa pencalonannya bukan sekadar pengulangan periode, melainkan sebuah tekad untuk melanjutkan transformasi PWI Parepare menjadi organisasi yang inklusif, kuat, dan berintegritas.

> “Saya berterima kasih atas kesempatan yang diberikan. Ini bukan sekadar tentang saya pribadi, tetapi tentang bagaimana kita bersama membangun rumah besar bagi insan pers yang profesional dan solid,” ujarnya dengan penuh semangat.

Razak kemudian memaparkan visinya untuk menjadikan PWI Parepare sebagai “rumah besar” yang merangkul semua anggotanya, mendorong profesionalisme, dan menjaga marwah organisasi sebagai penjaga nilai-nilai etika jurnalistik.

Ia juga menyampaikan enam misi utama yang menjadi pijakan langkahnya ke depan:

1. Menegakkan etika dan profesionalisme dalam setiap karya jurnalistik dan aktivitas organisasi.

2. Membangun solidaritas dan kebersamaan melalui pendekatan partisipatif yang terbuka bagi semua anggota.

3. Meningkatkan kapasitas wartawan melalui pelatihan, literasi digital, dan pemanfaatan teknologi terkini.

4. Menghadirkan kepemimpinan yang inklusif dan akuntabel untuk menjadi contoh baik dalam berorganisasi.

5. Mengembangkan kemitraan strategis dengan pemerintah, akademisi, dan masyarakat sipil untuk memperkuat peran PWI.

6. Menjaga independensi dan keberpihakan pada publik sebagai prinsip dasar kerja jurnalistik.

Dalam refleksi atas kepemimpinannya sejak 2022, Abdul Razak menunjukkan sikap kenegarawanan. Meskipun masa jabatannya belum usai, ia mendukung penuh diselenggarakannya Komperkot sebagai bentuk komitmen pada dinamika organisasi yang sehat dan demokratis.