PAREPARE, VOICESULSEL — Dalam upaya memaksimalkan jumlah pendaftaran siswa baru tahun ajaran 2025, SDIT KH Ahmad Dahlan Kota Parepare menggelar pelatihan promosi digital melalui platform Zoom. Pelatihan ini difokuskan pada pemanfaatan fitur sebaran WhatsApp atau WA Blasting, dan diikuti oleh para guru dari SDIT KH Ahmad Dahlan serta sejumlah guru utusan dari SMP, SMA, dan SMK Muhammadiyah Parepare.
Kepala Sekolah SDIT KH Ahmad Dahlan, Saiful, S.Sos.I., M.Pd, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari strategi digitalisasi promosi sekolah. “Saat ini hampir semua orang menggunakan ponsel dan WhatsApp. Karena itu, kami mengadakan pelatihan penggunaan WA Blasting untuk memperluas jangkauan informasi sekolah,” ujarnya.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber Ilham Kamba, seorang fundraiser dari lembaga zakat Kabupaten Enrekang sekaligus kader Muhammadiyah. Dalam paparannya, Ilham menekankan efektivitas WA Blasting sebagai media penyebaran informasi yang cepat, murah, dan mampu menjangkau ribuan kontak dalam waktu singkat.
“Media ini sangat fleksibel. Selain untuk fundraising, juga bisa digunakan untuk kampanye politik, pemasaran produk, hingga penagihan secara real-time. Dengan akun WhatsApp Business dan aplikasi sebaran, informasi branding sekolah dapat dikirim secara massal meski nomor kontak tidak tersimpan di perangkat,” jelas Ilham.
Para peserta tidak hanya mendengarkan teori, tetapi juga langsung mempraktikkan penggunaan WA Blasting. Salah satunya adalah Firmansyah, S.Pd, guru Tahfidz Al-Qur’an SDIT KH Ahmad Dahlan, yang sukses mengaktifkan akun WA bisnis dan mengirim pesan promosi sekolah. “Alhamdulillah, berhasil dan sangat mudah,” ujarnya sambil tersenyum.
Simulasi juga dilakukan oleh perwakilan SMK Muhammadiyah Wigra yang turut berhasil mengirim pesan secara massal menggunakan fitur tersebut.
Di akhir sesi, Ilham Kamba memberikan motivasi kepada peserta. “Kalau ingin mahir, kita harus berani mencoba dan terus berlatih. Ilmu ini sangat bermanfaat untuk berbagai keperluan, baik politik, bisnis, maupun pendidikan,” pungkasnya.