Beranda ยป Satpol PP dan Polisi Turun Buka Segel Pagar SMPN 9 Parepare

Satpol PP dan Polisi Turun Buka Segel Pagar SMPN 9 Parepare

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Parepare, Arifuddin Idris
Bagikan

PAREPARE, VOICE SULSEL — Pihak pemerintah Kota Parepare secara tegas melakukan pembongkaran segel sekolah yang dilakukan oleh pihak yang diklaim sebagai penggugat. Terlihat petusas Satpol PP diback up oleh anggota Polri turun bersama-sama untuk memastikan proses belajar mengajar di SMPN 9 Parepare tetap berlangsung.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Arifuddin Idris mengaku pihaknya turun untuk memastikan proses pembelajaran tetap berlangsung. Termasuk melibatkan petugas untuk membuka segel pagar yang dilakukan penggugat.

“Semua warga negara dilindungi haknya termasuk yang penggugat, tapi semua harus melalui proses hukum, ketika penggugat merasa memegang bukti-bukti, maka seharusnya bukan dia yang segel. Ini harus melalui proses pengadilan dan ekseskusi pengadilan melalui paniteranya, maka dia yang segel. Biar penggugat tinggal duduk manis dirumahnya,” kata Arifuddin kepada wartawan, Senin 5 Juni 2023.

Arifuddin menjelaskan, masalah ini sudah pernah terjadi sebelumnya, bahkan pada saat itu Polres Parepare menyarankan kepada penggugat untuk tidak mengganggu proses pembelajaran.

“Ini kan sudah pernah beberapa tahun lalu dia segel, bahkan di las. Dan pada saat itu sudah disarankan oleh Polres untuk penggugat ini jangan mengganggu proses pembelajaran, kenapa tidak menggugat di pengadilan, kenapa nanti pada saat momen tertentu disegel lagi, ini kan meresahkan,” ujar Arifuddin.

Ia meminta kepada pihak yang merasa pemilik lahan tersebut untuk melakukan proses gugatan atau melaporkan pemerintah tentang penyerobotan kalau memang lahan tersebut adalah miliknya.

“Kalau anda merasa pemilik, ayo gugat atau laporkan kalau ini dinilai penyerobotan,” katanya

Arifuddin juga mengatakan sudah melaporkan hal ini ke Polisi dan akan melaporkan perkembangan kasus tersebut ke pimpinan untuk ditindaklanjuti. “Apakah nanti pimpinan akan mengambil langkah hukum, itu bukan kebijakan saya,” tegasnya.(ak)