JAKARTA, VOICE SULSEL — Baru-baru ini video Rocky Gerung diduga menyebut Jokowi ‘baji***n to**l’ viral di media sodial. Hal itu disampaikan Rocky Gerung dalam acara ‘Aliansi Aksi Sejuta Buruh Siap Lawan Omnibus Law’. Ia mengklaim Jokowi berambisi mempertahankan legasinya menjelang masa jabatannya berakhir.
“Begitu Jokowi kehilangan kekuasaannya, dia jadi rakyat biasa. Nggak ada yang peduli nanti. Tetapi ambisi Jokowi adalah mempertahankan legacynya tuh,” kata Rocky.
Pria yang akrab disapa bung Rocky itu menilai presiden hanya memikirkan nasibnya sendiri menjelang akhir masa jabatannya berakhir. “Dia masih pergi ke China. Dia nawarin IKN. Dia masih mondar-mandir dari koalisi ke koalisi lain. Untuk mencari kejelasan nasibnya tuh. Dia memikirkan nasibnya sendiri. Dia nggak pikirin nasib kita,” kata dia.
“Itu baji***n yang to**l. Kalau dia baji***n yang pinter. Dia mau terima berdebat dengan Jumhur Hidayat,” katanya.
Atas pernyataannya itu, sejumlah Relawan Presiden Jokowi melayangkan laporan terhadap pengamat politik tersebut. Relawan seperti Barikade 98, Foreder, Sekber Jokowi nusantara, ABJ, JPKP, SOLMET, Relawan Indonesia Bersatu, Barisan Pembaharuan, AKAR, Indonesia Hari Ini (IHI), SEKNAS, dan Bara JP, mereka telah mendatangi Bareskrim pada Senin 31 Juli 2023 untuk melaporkan Rocky atas pernyataannya itu. Sementara Presiden Jokowi mengaku apa yang dilakukan Rocky Gerung adalah hal kecil dan presiden hanya fokus bekerja. “Itu hal kecil, saya fokus bekerja,” ujarnya saat dimintai tanggapan oleh sejumlah awak media.
Aktivis HAM dan Advokat Haris Azhar menanggapi langkah relawan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang melaporkan pengamat politik, Rocky Gerung ke Bareskrim karena diduga melakukan penghinaan terhadap Presiden. Haris mengatakan bahwa apa yang dilakukan Rocky Gerung adalah kritik untuk pejabat negara bukan pada pribadi pak Jokowi.(*)