PAREPARE VOICESULSEL – Sebuah pemandangan yang mengundang keprihatinan terjadi di ATM BRI yang terletak di samping Kantor Polres Parepare. Seorang warga, melalui akun Facebook bernama Arsy Batari Soji, membagikan pengalaman saat hendak menarik uang di ATM tersebut, namun terhalang karena seorang anak kecil tidur di dalam ruang ATM.
“Mau tarik uang tapi tidak bisa karena ada yang sedang tidur dalam ATM. Lokasi ATM BRI POLRES Parepare,” tulisnya di media sosial.
Unggahan ini segera mengundang berbagai reaksi dari netizen. Sebagian besar dari mereka mengaku sudah sering melihat fenomena serupa di lokasi tersebut, bahkan menganggapnya sebagai hal yang biasa.
“Anak kecil itu, masuk Maki tdk Apaji itu tdk mengganggu ji Karna saya itu hari juga Adai dstu tidur,” komentar seorang pengguna bernama Ratu Nadira.
“Betul, dia cuma numpang tidur mungkin karena ngantuk dan kedinginan. Tapi aman kok, dia cuek.. Biar sekalian jaga mesin ATM,” canda Andi Pamesaangi.
Namun, tidak semua warga setuju dengan keberadaan anak-anak di dalam ruang ATM. Beberapa di antaranya mengungkapkan keresahan karena anak-anak tersebut sering meminta uang kepada nasabah, bahkan dengan cara yang mengganggu.
“Klo ank x baria itu, sring biasa minta-minta trus, klo ndk di ksih marah,” ungkap Rokaiyah, mengeluhkan sikap anak tersebut.
“Ini yg suka langsung masuk kasi kaget-kaget orang dan minta-minta uang. Sebenarnya tidak boleh dia di situ karena tempat penarikan uang. Kita merasa tidak nyaman karena sering dimintai uang, takutnya kita kenapa-kenapa kalau tidak dikasih,” tulis seorang warga bernama Jalil, meminta agar ada tindakan tegas.
Fenomena ini menyoroti dua sisi dari permasalahan sosial di Parepare. Di satu sisi, ada empati terhadap anak-anak jalanan yang mungkin tidak memiliki tempat bernaung. Di sisi lain, keberadaan mereka di fasilitas umum seperti ATM dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan bahkan rasa takut bagi warga yang ingin melakukan transaksi.
Masyarakat berharap pihak berwenang segera mengambil tindakan, baik berupa penertiban maupun pendekatan yang lebih manusiawi agar anak-anak tersebut mendapatkan perlindungan yang layak. Pemerintah daerah dan lembaga sosial diharapkan turut turun tangan dalam menangani permasalahan ini, sehingga tidak ada lagi anak-anak yang harus mencari tempat tidur di ATM.