Beranda ยป Pohon Tumbang Timpa Gardu Buah di Soreang. Warga Diminta Waspada

Pohon Tumbang Timpa Gardu Buah di Soreang. Warga Diminta Waspada

Bagikan

PAREPARE VOICE SULSEL — Warga diminta waspada khususnya yang bermukim didekat pohon peneduh yang ada di pinggir jalan. Pasalnya pohon-pohon tersebut bisa saja tumbang tiba-tiba seperti yang terjadi di Jalan HAM Arsyad Soreang Parepare. Pohon jenis ketapang tepatnya di Depan Depot Pertamina Parepare tumbang dan menimpa tiga gardu jualan buah yang ada disana, Jumat pagi 7 Juli 2023.

Pohon peneduh dengan panjang sekitar +/- 15 meter diameter +/- 60 cm menerpa gardu jualan buah milik warga yang ada di pinggir jalan poros Pinrang itu.

Berdasarkan kesaksian warga, pohon tersebut diduga jatuh karena termakan usia. Seorang penjual buah bernama Nengsi (32) mengaku melihat pohon itu jatuh saat duduk diteras jualannya. “Sekitar Pukul 07.30 pagi saat sedang duduk saya melihat batang pohon ketapang tersebut tumbang dan menimpa ke 3 gardu jualan yang ada disekitarnya,” katanya.

Atas kejadian itu, seorang penjual buah bernama Andi Rahma mengalami luka memar ringan pada bagian kepala dan lengan sebelah kanannya karena terkena ranting dari pohon tersebut. Kerugian materi yang ditimbulkan diperkirakan mencapai 35 juta untuk kerusakan bangunan yang tertimpa.

Merespon kejadian tersebut Personil Polsek Soreang dipimpin langsung oleh Kapolsek Soreang AKP H. Muhammad Amin beserta Lurah Watang Soreang Hj. Hikmayani, meninjau lokasi dan menghubungi BPBD dan Pihak Pemadam Kebakaran Kota Parepare untuk penanganan hal tersebut.

Damkar yang tiba dilokasi dibantu personil kepolisian mengevakuasi pohon tersebut

Petugas melakukan langkah antisipatif sebab tidak menutup kemungkinan kejadian serupa masih akan terjadi terutama di area yang banyak ditumbuhi pepohonan besar. Apalagi kondisi cuaca dan angin kencang disertai hujan yang berpotensi mengancam warga khususnya yang tinggal didekat pohon peneduh di jalan.

Karenanya, pihak polisi bersama BPBD akan melakukan monitoring di wilayah yang dianggap rentan terjadinya bencana dan berkoordinasi dengan pihak Kelurahan Watang Soreang dan pihak Damkar.(fs)