PAREPARE, VOICE SULSEL — Calon anggota DPR RI, Andi Muzakkir Aqil (AMAL) menatap kursi DPR RI Senayan. Melalui Partai Demokrat, Putra Daerah Sulsel itu akan berebut suara di Dapil II meliputi 9 daerah kabupaten kota, yakni Barru; Bulukumba Bone, Maros Pangkep, Sinjai, Soppeng, Wajo, dan Kota Parepare.
Ditemui di Parepare saat menggelar media gathering, Kamis, (17/8/2023) Andis sapaan Andi Muzakkir mengungkap keinginannya untuk maju sebagai wakil rakyat berkat dorongan dari para koleganya diberbagai daerah dan organisasi. Semula kata dia, organisasi seperti HIPMI dan IKA UMI mendorong dirinya untuk membentuk sebuah yayasan sosial yang saat ini dikenal dengan Amal Foundation.
“Berangkat dari sana sebenarnya teman-teman merasa kita harus berbuat untuk sekop masyarakat yang lebih luas, yaitu di DPR RI. Tentunya untuk memperjuangkan yang disebut Kesetaraan,” katanya.
Kesetaraan menurut AMAL adalah hak keadilan bagi setiap warga negara dengan perlakuan yang sama satu dengan yang lain. Terkadang kata praktisi hukum itu, wakil rakyat kita yang duduk di DPR hanya menyentuh sebagian masyarakat dan lupa dengan aspirasi masyarakat lainnya.
“Terkadang memang kita masih melihat ada ketidakadilan seperti itu, sehingga kami terpanggil untuk berbuat dan menjadi penyambung lidah masyarakat yang seharusnya terwakili, bukan justru menjadi corong eksekutif,” jelasnya.
Andi Muzakkir adalah sosok yang berangkat dari warga kelas bawa dan paham dengan kehidupan sosial ekonomi masyarakat.
Sosoknya yang masih muda, supel dan terbuka dengan siapapun, membawa Ketua IKA UMI Jabodetabek itu didorong sejumlah pihak untuk menjadi wakil rakyat di DPR RI khususnya mewakili masyarakat Sulsel.
Keinginannya untuk membangun UMKM juga menjadi perhatian pria kelahiran Parepare itu. AMAL bertekad memberikan sentuhan terhadap majunya usaha kecil menengah sebagai sektor penggerak ekonomi masyarakat.
“Untuk UMKM kami memberikan banyak perhatian,” singkatnya.
Kini simpul-simpul masyarakat sudah terbentuk, dan siap mengantarkan Andi Muzakkir sebagai salah satu perwakilan masyarakat Sulsel di Senayan. Dari garis millenial yang kreatif dengan budaya timur yang santun.
Dengan pemataan tim dan pendekatan kerakyatan di 9 kabupaten/kota, dan minimnya calon yang konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat diwilayah hukum dengan perbaikan kesadaran dan pemahaman hukum masyarakat, ditambah lagi aktifasi tim yang terus menerus menuai antusiasme masyarakat serta berjalan hingga saat ini, maka keterpilihan menjadi sebuah keniscayaan.(*)
Berikut Profil Singkat
H. ANDI MUZAKKIR AQIL.SH., MH
Andi Muzakkir Aqil adalah tokoh anak muda, yang menghirup udara pertama kelahirannya di bumi Sulawesi, merasakan atmosfir masa kecil di kota Parepare dari SD, SMP hingga menamatkan masa remaja SMA di kota Parepare, sempat menikmati transisi remaja kelas SMA di tanah kelahiran orang tuanya di kabupaten Wajo.
Memilih jurusan Hukum hingga mencapai gelar master dan profesi pengacara serta kurator di bidang hukum, tentu saja ini adalah bagian dari sebuah perjuangan dengan mengambil bagian untuk membantu banyak orang khususnya masyarakat yang bersangkutan dengan hukum, beliau paham bahwa untuk menuju negara maju kesadaran hukum menjadi sangat signifikan perannya.
Andi Muzakkir Aqil saat ini berkarir dalam bidang hukum di kancah nasional dan banyak berkiprah dalm berbagai kepentingan.
Dengan bekal kepahaman hukum, beliau mewakafkan diri untuk mengabdi di parlemen sebagai anak muda yang bermodal pengalaman hidup sebagai anak rakyat untuk kemudian mewakili rakyat yang selalu jadi bagian dari dirinya sendiri.
I. VISI
• Mengabdi lewat Perlemen untuk keadilan dan Perbaikan Rakyat
II. MISI
1. Memperjuangkan Program Legislasi dan UU untuk keberpihakan Hukum terhadap kepentingan masyarakat atas hak dan kewajiban sebagai warga Negara.
2. Mendorong keterbukaan akses masyarakat terhadap produk hukum dan pendampingan melalui aktifasi paralegal di Desa dan kecamatan DAPIL II SULSEL
3. Membantu masyarakat mendapatkan kemudahan akses perbankan untuk permodalah usaha dan pendampingan aspek hukumnya.
4. Keterwakilan rakyat melalui figur yang lahir dari kehidupan kerakyatan tentu akan mendorong lahirnya kebijakan yang berpihak ke rakyat.